Menjaga jarak aman menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pengendara sepeda motor saat berkendara di jalan raya. Kebiasaan ini memberi ruang bagi pengendara untuk bereaksi ketika kendaraan di depan mengerem mendadak atau menghadapi situasi yang tidak terduga. Namun, jarak aman kerap dianggap terlalu jauh, terutama ketika berkendara di tengah lalu lintas yang padat. Padahal, jarak tersebut dibutuhkan agar pengendara memiliki waktu untuk merespons bahaya dan melakukan pengereman. Hendrik Ferianto, instruktur safety riding PT Astra Honda Motor (AHM), mengatakan bahwa tidak menjaga jarak menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan. Cari Aman Academy 2026 "Salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan adalah banyak masyarakat kita yang ketika berkendara tidak menjaga jarak," kata Hendrik yang ditemui di Semarang, Rabu (7/10/2026). Minimal 20 Meter Hendrik menjelaskan, jarak aman perlu disesuaikan dengan kecepatan kendaraan. Semakin tinggi kecepatan sepeda motor, semakin jauh pula jarak yang perlu dijaga dari kendaraan di depan. "Padahal, jarak aman minimal untuk kecepatan 40 kilometer per jam adalah 20 meter," katanya. Hendrik menjelaskan, jarak tersebut perlu dipahami dengan mempertimbangkan kecepatan kendaraan. Pada kecepatan 40 kilometer per jam, sepeda motor menempuh sekitar 11,1 meter setiap detik. Cari Aman Academy 2026 "Kalau menurut orang kita, ‘Ih, jauh banget 20 meter.’ Namun, kalau kita perhatikan, kecepatan 40 kilometer per jam itu sama dengan 11,1 meter per detik," katanya. "Berarti, kalau 20 meter, berapa detik, tidak sampai dua detik. Jadi, jauh secara jarak, tetapi cepat secara waktu,” ungkap Hendrik. Antisipasi Bahaya Hendrik menjelaskan, jarak aman bukan sekadar ruang kosong antara motor dan kendaraan di depannya. Ruang tersebut memberi kesempatan bagi pengendara untuk mengambil tindakan ketika terjadi perubahan situasi di jalan. Meski demikian, jarak yang dibutuhkan juga dipengaruhi kecepatan, kondisi jalan, cuaca, kondisi ban, serta kemampuan pengereman sepeda motor. Karena itu, pengendara sebaiknya tidak hanya mengandalkan perkiraan visual atau mengikuti kebiasaan kendaraan lain. Jaga jarak dengan memperhatikan kecepatan dan kondisi lalu lintas, serta tambah jarak ketika jalan basah atau jarak pandang terbatas. Dengan membiasakan diri menjaga jarak aman, pengendara memiliki kesempatan lebih baik untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga.