Di tengah gencarnya pemerintah mendorong elektrifikasi kendaraan melalui program Motor Listrik Nasional (Molinas), industri sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) ternyata masih menyiapkan strategi untuk meningkatkan efisiensi. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan sepeda motor bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) mampu mencapai konsumsi 1 liter untuk menempuh 100 kilometer pada 2029-2030. Target tersebut jauh lebih irit dibandingkan kemampuan sepeda motor saat ini. Apabila kemampuan tersebut benar-benar bisa ditunjukkan motor bensin, tentu bisa berdampak pada peta persaingan industri. Hasil tes konsumsi BBM Honda Vario Evo 160 di Belitung. Lebih Hemat 50 Persen Sekretaris Jenderal AISI Hari Budianto mengatakan, sekitar 10 tahun lalu sepeda motor membutuhkan rata-rata 2 liter BBM untuk menempuh jarak 100 kilometer. “Bahan bakar yang dulu, mungkin 10 tahun lalu, motor kita itu untuk menempuh 100 kilometer butuh 2 liter bahan bakar. Sampai hari ini, rata-rata itu 1 liter itu bisa mencapai 67 kilometer,” ujar Hari dalam diskusi BIG Industrial Insight (20/8/2026). Jika target 100 km per liter tercapai, konsumsi BBM sepeda motor secara teoritis dapat ditekan sekitar 50 persen dibandingkan kondisi rata-rata saat ini. Ilustrasi booth Yamaha di IIMS 2026 Motor Disebut Bukan Konsumen BBM Terbesar AISI juga menilai sepeda motor selama ini memiliki tingkat efisiensi yang cukup tinggi. Meski jumlahnya mendominasi populasi kendaraan di jalan, konsumsi BBM sepeda motor disebut tidak sebesar proporsi populasinya. Hari mengatakan sepeda motor mencakup sekitar 78 persen dari total populasi kendaraan di jalan. Namun, kendaraan roda dua tersebut hanya menyumbang sekitar 28 persen konsumsi bahan bakar di sektor angkutan darat. “Artinya apa? Memang sangat irit, efisien,” kata dia. Ilustrasi touring menggunakan sepeda motor Karena itu, industri melihat masih terdapat ruang untuk meningkatkan efisiensi sepeda motor konvensional sekaligus mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati dari sumber daya lokal, seperti kelapa sawit dan tebu. Roadmap tersebut menjadi strategi industri ICE di tengah percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Di satu sisi, pemerintah dan BPI Danantara mendorong Molinas sebagai bagian dari transformasi menuju kendaraan rendah emisi. Di sisi lain, industri sepeda motor konvensional berupaya mempertahankan daya saing melalui efisiensi mesin dan pemanfaatan energi alternatif.