Industri otomotif Nasional diklaim menunjukkan dinamika positif di tengah proses transformasi menuju era elektrifikasi. Kendaraan bermotor hybrid kini kian diminati masyarakat sebagai jembatan penting dalam transisi menuju kendaraan listrik berbasis baterai. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan kendaraan berbasis hybrid pada Semester I 2026 melonjak hingga sekitar 40 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Dengan harga BBM nonsubsidi ikut fluktuasi harga, maka masyarakat juga melihat bahwa penggunaan electric vehicle (EV) itu akan menghemat biaya. Maka di Semester satu ini peningkatan pertumbuhan dari kendaraan berbasis hybrid itu 40 persen dibandingkan tahun lalu," katanya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (28/8/2026). Torehan angka tersebut menurut Airlangga merupakan hal yang baik. Artinya, masyarakat sudah ada kesadaran untuk menggunakan tenaga listrik. Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Januari-Juni 2026, total penjualan mobil hybrid mencatat penjualan 42.366 unit. Angka tersebut melonjak tajam 47 persen dari semester I tahun lalu yang hanya membukukan penjualan 28.817 unit. Posisi mobil hybrid terlaris di Indonesia masih ditempati oleh Toyota Innova Zenix HEV. MPV ini terdistribusi sebanyak 13.279 unit sepanjang semester pertama 2026. Meski segmen ini di dominasi oleh mobil Jepang, namun ada beberapa brand China yang menjual mobil hybrid. Misalnya Chery Tiggo Cross CSH menduduki peringkat tujuh dengan penjualan 1.441 unit. Lalu ada Chery Omoda C5 CSH sebanyak 419 unit dan BAIC BJ-30 HEV sebanyak 214 unit. Penguatan Ekosistem Domestik Sejalan dengan tren positif tersebut, pemerintah terus memperkuat ekosistem industri otomotif dari hulu ke hilir. Fokus diarahkan pada pengembangan kemampuan produksi kendaraan, baterai, serta komponen di dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah domestik. Penyesuaian berbagai fasilitas dukungan juga diselaraskan untuk memperkuat kemandirian sektor otomotif nasional, khususnya dalam pengembangan Mobil Nasional dan Motor Listrik Nasional. "Sektor industri sendiri berkontribusi sekitar 18–19 persen terhadap perekonomian nasional, dengan otomotif menjadi salah satu sektor yang memiliki efek berganda (multiplier effect) yang cukup besar," kata Airlangga. Komparasi mobil hybrid MG ZS Hybrid+ vs Honda HR-V e:HEV Iklim Investasi dan Komitmen Lingkungan Guna menjaga momentum pertumbuhan ini, Pemerintah juga terus menjaga iklim investasi dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Satuan tugas debottlenecking disiapkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi investor. Di sisi lain, pemerintah akan terus memastikan transformasi energi dan transportasi berjalan seiring dengan agenda pertumbuhan ekonomi dan penguatan industri nasional, sekaligus mempertahankan komitmen terhadap Paris Agreement dan target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Berikut ini daftar 15 mobil hybrid terlaris di Indonesia Januari - Juni 2026 : 1. Toyota Innova Zenix HEV: 13.279 unit 2. Toyota Veloz HEV: 11.147 unit 7 Hybrid: 4.293 unit 4. Honda HR-V e:HEV: 2.792 unit 5. Suzuki Fronx Hybrid: 2.183 unit 6. Toyota Yaris Cross HEV: 1.590 unit 7. Chery Tiggo Cross CSH: 1.441 unit 8. Toyota Alphard HEV: 1.256 unit 9. Hyundai Palisade Hybrid: 566 unit 10. Suzuki Grand VItara Hybrid: 505 unit 11. Daihatsu Rocky Hybrid: 430 unit 12. Chery Omoda C5 CSH: 419 unit 13. Hyundai Santa Fe Hybrid: 413 unit 14. Honda Step WGN RS e:HEV: 245 unit 15. BAIC BJ-30 HEV: 214 unit