Mobil umumnya melakukan rotasi ban agar ban. Namun pada truk, ban truk rupanya tidak selalu harus dirotasi secara berkala. Pada truk penerapannya bisa berbeda-beda, tergantung kondisi ban dan sistem pengelolaan ban yang diterapkan perusahaan. Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Bambang Widjanarko mengatakan, rotasi ban memang dapat membantu menjaga keausan agar lebih merata tetapi tidak semua melakukan. “Ada yang dirotasi, ada yang tidak. Tergantung apakah perusahaan tersebut memiliki tyre management system atau tidak," kata Bambang kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. Siti Aisyah (35) perempuan di Surabaya yang berprofesi sebagai tambal ban truk, Minggu (30/11/2025) “Idealnya memang dirotasi. Namun, jangan lupa, dalam rotasi ban truk ada risiko yang cukup besar," ujarnya. Bambang mengatakan, melakukan rotasi ban memiliki risiko karena roda harus dibongkar dan dipasang kembali. “Setiap kali membongkar dan memasang roda truk, ada risiko baut putus. Harga satu baut sekitar Rp 75.000 sampai Rp 100.000," ujar Bambang. “Satu pelek itu memiliki 10 baut. Kalau yang putus dua, ya sekitar Rp 200.000. Kalau putus semua, tentu tidak mungkin,” katanya. Tidak Ada Keausan, Ban Tidak Dirotasi Menurut Bambang, perusahaan angkutan juga tidak selalu melakukan rotasi jika kondisi ban masih normal. Teknisi Hino sedang memperbaiki ban truk “Jadi, kalau tidak ada masalah, kebanyakan ban juga tidak dirotasi. Tidak ada masalah artinya tidak ada ban yang mengalami keausan di bagian samping atau lainnya," ujarnya. “Istilahnya irregular wear. Irregular wear itu keausan yang tidak merata. Jadi, kalau tidak ada kasus irregular wear, sepertinya tidak perlu dirotasi,” katanya. Bambang menjelaskan, keausan tidak merata dapat terlihat dari bagian tertentu pada telapak ban yang lebih cepat habis dibandingkan bagian lainnya. Jika keausan berlangsung normal dan merata, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk tidak melakukan rotasi. Hal ini sekaligus mengurangi frekuensi bongkar-pasang roda yang memiliki risiko kerusakan pada komponen. Keuntungan Rotasi Balancing ban truk Meski begitu, Bambang mengatakan rotasi tetap memiliki manfaat jika dilakukan sebagai bagian dari sistem pengelolaan ban yang baik. “Walaupun dalam tyre management system, kalau dilakukan rotasi, ban jelas bisa lebih awet dan penggunaannya lebih optimal,” katanya. Secara umum rotasi ban adalah memindahkan posisi ban dari satu roda ke posisi roda lainnya sesuai pola yang ditentukan. Tujuannya agar beban dan tingkat keausan ban lebih merata. Sebab, setiap posisi roda pada kendaraan bisa menerima beban dan tekanan yang berbeda. Pada truk, kondisi ini menjadi lebih kompleks karena jumlah roda lebih banyak dan beban yang diterima setiap sumbu juga berbeda. Karena itu, rotasi tidak selalu dilakukan hanya berdasarkan jarak tempuh. Kondisi ban juga menjadi pertimbangan.