Sebagian truk menggunakan untaian karet yang dipasang di sekitar ban untuk membersihkan ban saat kendaraan berjalan. Karet tersebut biasanya dipotong memanjang dan dibuat seperti untaian atau rumbai. Fungsinya ketika roda berputar, karet akan bergesekan dengan permukaan atau dinding ban. Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko, menjelaskan rumbai dari karet tersebut yang cukup banyak digunakan pada truk. "Ban truk di bawah setir (pengemudi) itu dikasih kayak gimir-gimir dari untaian karet," kata Bambang kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2026). Ban truk Quester "Karet dipotong tipis-tipis memanjang, terus dicantelkan ke kabin, sehingga kalau ban itu jalan, karetnya tersapu gitu," ujarnya. Ban bersih Menurut Bambang, karet tersebut dibuat dalam bentuk untaian yang cukup panjang. Ketika truk berjalan, untaian karet akan menyapu permukaan ban. “Banyak yang pakai itu, jadi ada karet dipotong panjang-panjang mungkin lebarnya 2 senti, tapi dipotong panjang-panjang seperti janur. Untaiannya bisa 50 senti," ujarnya. “Nanti itu waktu ban berjalan, dia akan menyapu bannya sehingga bannya mengilap terus. Tujuannya untuk menghilangkan kotor gitu," kata Bambang. Teknisi Hino sedang memperbaiki ban truk Ban panas Meski terlihat sepele, Bambang mengatakan penggunaan karet tersebut justru dapat memberikan dampak buruk terhadap kondisi ban. Bambang menjelaskan, gesekan antara karet dan ban dapat menghasilkan panas. Jika panas berlebihan, suhu ban dapat meningkat dan berpotensi menimbulkan masalah. “Tapi itu karet itu sebetulnya memproduksi panas untuk bannya sehingga buruk untuk ban,” katanya. “Buruk untuk ban, terus jadi mengakibatkan bannya juga kadang overheating, terus kemudian bisa berpotensi meledak. Nggak ada gunanya sebetulnya,” ujarnya.