Truk yang menggunakan konfigurasi ban ganda atau twin tire pada satu poros (axle) membutuhkan perhatian lebih dalam hal perawatan ban. Pasalnya, ketika distribusi beban tidak merata, salah satu ban dapat menerima beban lebih besar sehingga tingkat keausannya juga lebih tinggi. Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Bambang Widjanarko mengatakan, pada truk yang membawa muatan berlebih atau overload, ban bagian dalam pada konfigurasi ban ganda cenderung lebih cepat habis dibandingkan ban bagian luar. “Jadi begini, ban untuk truk-truk overload itu kebanyakan bagian dalam yang habis dulu," katanya kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. Alasannya kata Bambang, ban bagian dalam dari ban ganda mendapat tekanan lebih besar ketimbang ban ganda bagian luar. Siti Aisyah (35) perempuan di Surabaya yang berprofesi sebagai tambal ban truk, Minggu (30/11/2025) "Karena bagian dalam itu memikul beban 110 persen, sedangkan ban bagian luar 90 persen," katanya. "Alasannya karena tekanan dari ban itu terhadap axle atau as kan ada di tengah. Makin dekat ke as, tekanannya makin berat," ujar Bambang. Beban Tidak Terbagi Rata Secara ideal, beban pada dua ban yang dipasang berdampingan seharusnya terbagi secara merata. Dalam kondisi jalan rata dan axle lurus, masing-masing ban dapat menerima beban sekitar 100 persen dari beban yang seharusnya. Namun, kondisi di lapangan tidak selalu ideal. Permukaan jalan yang tidak rata dapat membuat distribusi beban berubah. Artinya, meski kedua ban berada pada satu axle dan menopang kendaraan yang sama, tekanan yang diterima masing-masing ban bisa berbeda. Ban ganda truk Kondisi tersebut juga dapat terjadi ketika axle mengalami perubahan bentuk akibat beban berlebih. Distribusi beban menjadi semakin tidak merata meski kendaraan melaju di permukaan jalan yang relatif rata. Bambang menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah posisi axle yang berada di bagian tengah. Posisi tersebut membuat ban yang lebih dekat dengan axle menerima tekanan lebih besar. Selain itu, permukaan jalan di Indonesia umumnya tidak selalu benar-benar datar. Jalan dapat memiliki bentuk sedikit melengkung di bagian tengah. "Kemudian yang kedua, jalan itu kan modelnya biasanya seperti menggulung, di tengahnya melendut,” ujar Bambang. Jika digunakan dalam kondisi overload, perbedaan distribusi beban dapat semakin besar. Akibatnya, ban bagian dalam bekerja lebih berat dan berpotensi mengalami keausan lebih cepat. Ban ganda truk Ban Bagian Dalam Sulit Diperiksa Persoalan lain muncul karena ban bagian dalam pada konfigurasi twin tire relatif sulit diperiksa. Posisinya yang berada di antara dua ban membuat pemeriksaan kondisi tapak dan tekanan udara tidak semudah pada ban bagian luar. Karena itu, pemeriksaan seharusnya tidak hanya berfokus pada ban yang terlihat dari luar. Tekanan udara dan kondisi fisik ban bagian dalam juga perlu diperiksa secara berkala. Selain membuat usia pakai ban menjadi lebih pendek, distribusi beban yang tidak merata juga dapat memengaruhi kemampuan ban dalam menopang kendaraan, terutama ketika truk membawa muatan berat.