Ketidakpastian terkait kelanjutan insentif pajak kendaraan listrik dari pemerintah membuat sejumlah produsen menyiapkan strategi sendiri agar konsumen tetap merasa nyaman saat membeli mobil. Salah satunya dilakukan oleh GAC Aion yang menerapkan skema harga tunggal atau single price untuk produk yang dipasarkan di Indonesia. Melalui skema ini, harga mobil yang ditawarkan kepada konsumen sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen. Chief Executive Officer (CEO) GAC Indonesia, Andry Ciu, mengatakan kebijakan tersebut dibuat agar konsumen tidak perlu memikirkan perubahan atau perhitungan pajak saat melakukan transaksi. GAC AION UT di GJAW 2025. "Aion selalu menggunakan single price. Jadi harga kita sudah menggunakan VAT (Value Added Tax) (PPN) 12 persen, supaya customer tidak pusing-pusing. Kan harga kita tidak naik, pokoknya jangan customer dipusingin mengenai perpajakan," ujar Andry, saat ditemui di Jakarta Pusat, belum lama ini. Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sudah mulai diberlakukan sejak Januari 2026. Menurut Andry, keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan kepastian kepada konsumen, baik dari sisi harga maupun pengalaman transaksi. "Sudah berlangsung dari Januari. Ini murni demi customer kami, supaya customer kami tidak pusing, mereka supaya lebih nyaman bertransaksi dengan kami," kata Andry. Ia menambahkan, kepastian harga menjadi salah satu faktor penting bagi konsumen ketika memutuskan membeli kendaraan. "Adanya suatu kepastian, baik harga maupun kualitas. Bukan cuma kualitas kan, karena kalau harga enggak pasti kan orang juga tidak nyaman," ujarnya. Dengan skema single price tersebut, konsumen diharapkan dapat memperoleh transparansi harga sekaligus pengalaman pembelian yang lebih sederhana tanpa perlu menghitung tambahan pajak saat transaksi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang