Octane booster kerap digunakan pemilik mobil untuk meningkatkan angka oktan bahan bakar. Produk ini biasanya ditambahkan langsung ke tangki bensin dengan klaim dapat menaikkan nilai oktan sekaligus membantu menjaga kebersihan sistem bahan bakar. Namun, penggunaan octane booster tidak serta-merta membuat performa semua mobil meningkat. Efek yang dirasakan sangat bergantung pada kebutuhan oktan mesin, kondisi kendaraan, serta seberapa besar kenaikan angka oktan yang dihasilkan produk tersebut. Pemilik bengkel Garden Speed di Cilandak, Jakarta Selatan, Taqwa Suryo Swasono, menjelaskan bahwa penggunaan octane booster perlu dilihat dari kondisi mobil dan kebutuhan bahan bakarnya. Ilustrasi octane booster Taqwa mengatakan, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar sebenarnya kenaikan angka oktan yang diberikan oleh octane booster. "Kita mesti jelaskan dulu bagaimana octane booster bekerja," kata Taqwa kepada Kompas.com, Kamis, (1/10/2026). Menurut Taqwa, klaim kenaikan oktan perlu dipahami secara jelas. Sebab, istilah "naik lima angka" belum tentu memiliki arti yang sama pada setiap produk. "Secara umum, ada tiga hal yang mesti diperhatikan dari octane booster. Pertama, seberapa besar kenaikan oktannya. Ada octane booster yang mengklaim bisa menaikkan lima angka oktan. Namun, lima angka oktan itu bisa saja dari 92 menjadi 92,5. Bisa juga dari 92 menjadi 97. Itu dua hal yang berbeda," ungkapnya. Kenaikan dari RON 92 menjadi RON 92,5, misalnya, jelas berbeda dengan kenaikan dari RON 92 menjadi RON 97. Besarnya perubahan tersebut akan menentukan apakah octane booster benar-benar mampu mengubah karakter bahan bakar yang digunakan mesin. Tes drive Suzuki S-Presso AGS 2023 di Tol Cisumdawu Zat Pembersih Selain besarnya kenaikan oktan, Taqwa mengatakan konsumen juga perlu memperhatikan jenis produk yang digunakan. Sebab, tidak semua octane booster memiliki fungsi yang sama. "Kedua, octane booster juga ada dua macam. Ada yang memang murni sebagai octane booster, ada juga yang sekaligus berfungsi sebagai cleaning agent atau zat pembersih. Artinya, produk yang memiliki fungsi tambahan sebagai pembersih memiliki tujuan berbeda dengan produk yang hanya ditujukan untuk meningkatkan angka oktan. Hal ini juga membuat hasil penggunaan octane booster pada satu mobil belum tentu sama ketika diterapkan pada mobil lainnya. Efek Taqwa menjelaskan, efek penggunaan octane booster bergantung pada kondisi mobil dan bahan bakar yang sebelumnya digunakan. "Hasilnya akan berbeda ketika kita menguji mobil dengan kondisi yang berbeda. Misalnya, kita mengetes mobil menggunakan octane booster yang kenaikannya sangat kecil," katanya. Mesin mobil Toyota GR Corolla di IIMS 2026 Taqwa menjelaskan, dalam mesin bensin, salah satu persoalan yang berkaitan dengan angka oktan adalah knocking atau detonasi. Jika bahan bakar yang digunakan memiliki angka oktan terlalu rendah untuk kebutuhan mesin dan terjadi knocking, menaikkan angka oktan dapat membantu mengurangi risiko tersebut. Sebaliknya, apabila bahan bakar yang digunakan sudah memenuhi kebutuhan mesin dan tidak terjadi knocking, menaikkan angka oktan lebih tinggi lagi belum tentu memberikan perubahan. "Kalau mobil yang kita coba ternyata kebutuhan oktannya hanya 90, atau mobil tersebut tidak mengalami knocking, tentu tidak akan ada perubahan," ungkap Taqwa. "Ibaratnya orang yang sudah bersih, kemudian dibersihkan lagi. Kalau sebelumnya memang tidak ada kotoran, ya tidak ada perubahan yang berarti," ujarnya. Saat Dibutuhkan Menurut Taqwa, manfaat octane booster akan lebih masuk akal ketika angka oktan bahan bakar yang digunakan berada di bawah kebutuhan mesin. Zat aditif atau octane booster keluaran Bardahl "Misalnya ada octane booster yang dipasang pada mobil yang membutuhkan oktan 92 koma sekian. Kalau octane booster tersebut menambah angka oktan meskipun sedikit, tentu ada manfaatnya," ujarnya. Artinya kata dia, fungsi octane booster bukan sekadar membuat angka oktan setinggi mungkin. Lebih penting adalah apakah angka oktan tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan mesin. "Selanjutnya, kalau kenaikannya lima angka, misalnya dari 92 menjadi 97. Misalnya ada mobil yang requirement bensinnya 97, tetapi pemiliknya menggunakan bensin 92 kemudian ditambah octane booster sehingga menjadi 97. Tentu mobilnya bisa menjadi lebih enak karena kebutuhan oktannya terpenuhi," katanya. Namun, kondisinya berbeda apabila mesin sebenarnya sudah dirancang untuk menggunakan RON 92. "Namun, kalau mobil tersebut requirement-nya 92, lalu pemiliknya sudah mengisi bensin 92 dan kemudian ditambahkan octane booster sampai menjadi 97, menurut saya tidak akan banyak dampaknya," ujar Taqwa. "Alasannya karena kebutuhan oktannya sudah cukup. Jadi, tidak akan ke mana-mana lagi," katanya.