Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, mulai memetakan para pesaing terberatnya dalam perburuan gelar MotoGP 2026. Pebalap tim pabrikan Ducati Lenovo tersebut mengatakan bahwa adiknya sendiri, Alex Marquez, sebagai rival utama. Penilaian tersebut didasarkan pada hasil musim lalu, ketika Alex finis sebagai runner-up musim 2025 bersama tim Gresini. Alex Marquez mengunci posisi runner up dan Fermin Aldeguer sebagai Rookie of The Year pada MotoGP Malaysia 2025 Tahun lalu Alex beberapa kali finis tepat di belakang Marc dan menunjukkan performa yang konsisten. Alex bahkan mencatatkan sejarah dengan menjadi pebalap pertama yang mampu mengalahkan Marc dalam duel langsung. Momen tersebut terjadi saat Sprint Race MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, sebelum Alex kembali mencuri perhatian dengan mematahkan rekor 15 kemenangan beruntun Marc di Grand Prix Catalunya, Spanyol. Performa gemilang itu membuat Alex mendapat kepercayaan lebih besar pada musim 2026, yakni menggunakan motor Ducati dengan spesifikasi pabrikan. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengendarai motornya dalam sesi Practice MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 3 Oktober 2025. (Foto oleh SONNY TUMBELAKA / AFP) Motor yang jauh lebih kencang ketimbang motor sebelumnya. “Yang pertama tentu Alex, adik saya. Dia finis kedua tahun lalu, jadi saya menilai berdasarkan klasemen,” kata Marc Marquez dikutip dari Crash, Jumat (23/12/206). Meski begitu, Marc tidak sepenuhnya mengacu pada hasil akhir musim lalu. Ia menempatkan rekan setimnya di Ducati pabrikan, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia, sebagai rival berikutnya, di atas pebalap Aprilia Marco Bezzecchi. “Setelah itu ada Pecco, juara dunia dua kali, yang menunjukkan potensinya dengan dua kemenangan di Jepang,” ujar Marc. “Lalu ada Aprilia bersama Bezzecchi, yang menutup musim dengan sangat kuat dan akan sulit dihadapi,” katanya. Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, melaju di depan pebalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez, dalam balapan MotoGP Valencia 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 16 November 2025. (Foto oleh JOSE JORDAN / AFP) Bezzecchi sendiri tampil impresif pada paruh kedua musim lalu dengan mengumpulkan poin terbanyak dibanding pebalap lain. Meski demikian, saat itu Marc sempat absen akibat cedera setelah insiden di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Saat ditanya soal target pribadinya, Marc mengakui tekanan besar akan datang untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia, yang jika diraih akan menyamai rekor delapan gelar di kelas utama MotoGP. “Kalau memakai warna merah (Ducati), targetnya harus juara. Anda berada di tim yang sudah sering menang dalam beberapa tahun terakhir. Semua ada di tangan kami,” katanya. “Kami ingin memulai musim dengan baik dan bersih, tapi tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan. Para rival pasti sudah berkembang,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang