Ford Everest lawas, khususnya untuk model generasi kedua (2007-2015), masih menarik perhatian para pencari mobil bekas. SUV bermesin diesel ini dikenal dengan desainnya yang gagah, tenaga besar, serta kemampuan jelajah yang tangguh. Namun di balik ketangguhannya, mobil ini juga punya beberapa titik rawan, terutama pada bagian transmisi otomatis. Heru Nurhidayat, pemilik bengkel spesialis Eyna Motor di Ciputat, mengatakan bahwa masalah pada transmisi Ford Everest umumnya terjadi akibat kebiasaan salah pengemudi saat memarkir kendaraan. Ford Everest Generasi Kedua “Kadang ada kasus patah brake band di transmisi karena kebiasaan salah. Jadi, kalau mau parkir, tarik dulu rem tangan, pindahkan ke N, baru ke P. Kalau langsung pindah ke P, brake band bisa patah,” ujar Heru, kepada Kompas.com (10/11/2025). Heru menjelaskan, brake band merupakan komponen penting yang berfungsi menahan putaran gear di dalam transmisi otomatis. Bila komponen ini patah, transmisi bisa lumpuh total. “Kalau sudah patah, transmisi tidak bisa digerakkan dan harus diganti brake band-nya. Biayanya sekitar Rp 3,5 juta, transmisi harus diturunkan,” kata dia. Ford Everest Generasi Kedua Selain brake band, komponen lain yang juga kerap bermasalah adalah sling transmisi—atau sering disebut kabel transmisi. Kerusakan di bagian ini umumnya ditandai dengan tuas P-R-N-D yang terasa loss atau tidak presisi saat dipindahkan. “Kalau masalah di sling transmisi—yang sering disebut kabel transmisi—gejalanya tuas P-R-N-D terasa ngelos. Perbaikan sling sekitar Rp 1,1 juta dan tidak perlu turunkan transmisi,” ucap Heru. Berdasarkan data spesifikasi, Ford Everest generasi kedua dibekali mesin diesel 2.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga 143 Tk dan torsi puncak 330 Nm. Ford Everest Generasi Kedua Mesin ini dikombinasikan dengan pilihan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 5-percepatan, keduanya dikenal kuat dan responsif bila dirawat dengan baik. Namun begitu, Heru mengingatkan bahwa transmisi otomatis Ford memerlukan perhatian ekstra dalam hal perawatan dan kebiasaan berkendara. Salah langkah kecil, seperti salah posisi tuas saat parkir, bisa berujung pada kerusakan yang tidak murah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.