Pemerintah mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Fokus diarahkan pada kesiapan infrastruktur jalan, manajemen lalu lintas, serta kelayakan seluruh moda transportasi, seiring proyeksi pergerakan masyarakat yang diperkirakan sangat besar. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pengalaman penanganan mudik Lebaran dan libur Natal–Tahun Baru dalam beberapa periode terakhir menjadi bekal penting untuk meningkatkan kesiapan tahun ini. "Arus mudik kita siapkan dengan baik, kita sudah punya pengalaman, selain Lebaran tahun lalu tapi juga mengelola dua kali Nataru, menurut saya makin hari makin siap," ujar AHY, saat ditemui di sela-sela pameran Jumat (13/2/2026). Ia menekankan, faktor cuaca tetap menjadi variabel penting yang harus diantisipasi. AHY di pameran IIMS 2026 Karena itu, pemerintah meminta seluruh infrastruktur utama berada dalam kondisi layak sebelum periode mudik dimulai. "Cuaca juga terus menjadi faktor yang menentukan, kita harapkan keselamatan tentu terjaga dengan baik, infrastruktur jalan-jalan utama kita juga harus dalam kondisi yang prima," kata AHY. Menurut AHY, perbaikan jalan rusak menjadi salah satu prioritas awal. Pemerintah telah meminta kementerian teknis terkait untuk segera melakukan penambalan di titik-titik berlubang maupun rusak. "Yang rusak-rusak, yang bolong-bolong harus segera ditambal, saya sudah sampaikan itu ke kementerian pekerjaan umum," kata AHY. Kesiapan angkutan umum Selain jalan raya, kesiapan angkutan umum juga ikut menjadi perhatian, mulai dari darat, laut, udara, hingga kereta api. Koordinasi pengaturan lalu lintas dilakukan bersama Kementerian Perhubungan dan kepolisian lalu lintas karena volume perjalanan diprediksi tinggi. "Kementerian Perhubungan tentu akan berada di depan bersama Korlantas untuk memastikan traffic jalan raya, karena diprediksi akan terjadi 123 juta perjalanan," kata AHY. Ia menambahkan, pemerintah juga mengupayakan agar aspek kenyamanan dan keterjangkauan biaya perjalanan tetap terjaga, termasuk melalui evaluasi tarif tiket dan potensi diskon tol. "Faktor keselamatan nomor satu, kemudian yang kedua adalah kenyamanan dan terjangkau harga-harga tiketnya. Ini juga sedang kami perjuangkan agar bisa menurunkan kembali harga tiket pesawat misalnya, termasuk harga kereta, harga kapal dan juga diskon untuk tarif jalan tol," ujar AHY. Dengan proyeksi pergerakan mencapai ratusan juta perjalanan, pemerintah menilai persiapan lintas sektor dan perbaikan infrastruktur sejak dini menjadi kunci kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang