Peta persaingan sepeda motor di Jawa Barat mengalami perubahan drastis dalam beberapa tahun terakhir. Jenis kendaraan bebek atau underbone yang dahulu menjadi primadona mobilitas masyarakat, kini posisinya mulai terpinggirkan oleh dominasi motor transmisi otomatis atau matik yang dianggap jauh lebih praktis dan nyaman. Di Jawa Barat, motor bebek kini tidak lagi dipandang sebagai kendaraan fungsional utama untuk kebutuhan harian bagi mayoritas konsumen. Statusnya telah bergeser menjadi kendaraan hobi yang segmentasinya sangat terbatas. Deretan motor Yamaha dari berbagai generasi muncul di acara peluncuran Tim MotoGP Monster Energy Yamaha di Jakarta (21/1/2026). Salah satu yang menarik perhatian adalah Jupiter MX King. Fitri Agusthadi Priambodo, Chief Yamaha Area Jawa Barat, mengungkapkan bahwa populasi motor bebek di wilayahnya saat ini sudah sangat menipis. "Bebek kalau di Jawa Barat tinggal sedikit. Paling ya kayak MX King itu, memang itu kayak jadi collector item ya sebenarnya. Maksudnya bukan yang kayak zaman dulu (untuk harian)," kata Fitri, Sabtu (25/07/2026). Kontras Penjualan: Jawa Barat vs Jambi Pergeseran tren di Jawa Barat ini tergolong sangat ekstrem jika dibandingkan dengan wilayah lain di luar Pulau Jawa. Di beberapa provinsi, motor bebek masih memiliki daya tarik yang kuat dan mencatatkan angka penjualan yang tetap tinggi setiap bulannya. MAX Special Livery untuk MAXi Yamaha resmi meluncur Fitri memberikan gambaran kontras mengenai performa penjualan salah satu tipe motor bebek, yakni Yamaha Jupiter Z1, antara pasar di Jambi dan Jawa Barat. "Saya di Jambi aja masih jualan Jupiter Z seribu unit loh sebulan. Di sini (Jawa Barat) jangankan seribu, jauhlah dari angka itu. Di sini karena emang trennya udah matik kan, mungkin lebih gampang digunakan, ya lebih enaklah," ungkap Fitri. Perbedaan mencolok ini mempertegas bahwa karakteristik konsumen Jawa Barat sudah hampir sepenuhnya terserap oleh pasar matik, yang dinilai lebih sesuai dengan medan jalan dan kebutuhan gaya hidup masyarakat perkotaan maupun pedesaan di Bumi Parahyangan. Tantangan Pasar dan Dominasi Matik Premium Saat terjadi pergeseran tren, industri otomotif secara umum juga tengah menghadapi tantangan dari sisi kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. Hal ini berdampak pada pertumbuhan penjualan unit yang tidak terlalu melonjak signifikan, meskipun produk tersebut memiliki penerimaan yang baik di masyarakat. Fitri mengakui bahwa situasi ekonomi saat ini turut memengaruhi daya beli dan tren penjualan di lapangan. "Memang enggak terlalu naik tajam gitu ya karena kan situasi hari ini mungkin enggak terlalu bagus juga ya secara market," ucap Fitri Meskipun menghadapi tantangan pasar, segmen matik premium atau MAXi Series tetap menunjukkan taringnya dengan kontribusi mencapai 40 persen dari total penjualan Yamaha di Jawa Barat. Produk andalan seperti NMAX bahkan menguasai hampir setengah dari total pangsa pasar premium matik. Hal ini membuktikan bahwa meskipun pasar secara umum sedang fluktuatif, minat konsumen Jawa Barat terhadap motor matik—terutama yang menawarkan kenyamanan dan kebanggaan—tetap menjadi tulang punggung utama bagi pabrikan.