Menjadi salah satu pilihan mobil hybrid dengan harga terjangkau di bawah Rp 300 juta, Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid cukup punya modal kuat untuk berkompetisi di segmennya, yakni LSUV hybrid. Tak hanya menawarkan teknologi hybrid yang lebih modern dengan mengedepankan kerja motor listrik dibandingkan mesin konvensional, tetapi juga efisiensi bahan bakar minyak (BBM) yang bisa dibilang cukup irit. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, dari hasil pengujian internal Daihatsu, konsumsi BBM Rocky Hybrid diklaim mampu mencapai 28 kilometer per liter (kpl) berdasarkan pengujian Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle (WLTC). Bahkan, angkanya bisa tembus 34,8 kpl berdasarkan metode pengujian Japan Cycle 08 (JC08), yang merupakan standar pengujian efisiensi BBM di Jepang. Hasil Konsumsi BBM Daihatsu Rocky Hybrid Penasaran dengan hasil tersebut, beberapa waktu lalu saya sempat melakukan pengetesan internal dengan mengajak Rocky Hybrid menempuh perjalanan melalui rute kombinasi, baik jalan arteri maupun tol. Secara keseluruhan, selama dua hari menggunakan Rocky Hybrid, rute didominasi area dalam kota, seperti Kalimalang menuju MT Haryono mengarah Senayan, lalu kawasan Blok M ke Tendean, kemudian masuk tol menuju Jatiasih. Pengetesan dilakukan dengan dua penumpang dewasa. Gaya berkendara cenderung normal, dengan sedikit agresif saat memasuki jalan tol untuk menyalip beberapa kendaraan. Selama perjalanan, pendingin udara atau air conditioner (AC) juga tetap menyala. Sementara itu, mode berkendara sengaja dipilih Normal sehingga respons pedal gas terasa lebih natural dibandingkan mode Eco. Hasil BBM Rocky Hybrid Hasilnya, selama dua hari pengetesan dengan rute yang sama, total jarak yang tercatat pada odometer mencapai 136,6 kilometer (km). Sementara rata-rata konsumsi BBM yang diperoleh mencapai 29,5 kilometer per liter (kpl). Artinya, satu liter bensin mampu membawa Rocky Hybrid menempuh perjalanan sekitar 29 kilometer. Bahkan, sesekali konsumsi BBM yang ditampilkan sempat mencapai 34,0 kpl saat mobil melaju konstan di rute kombinasi. Namun, perlu diingat bahwa hasil tersebut tidak bisa dijadikan patokan. Pasalnya, pengujian setiap individu bisa berbeda hasil karena dipengaruhi banyak faktor, seperti gaya berkendara, kondisi mesin, jenis dan kualitas BBM, beban kendaraan, kondisi lalu lintas, hingga kondisi jalan. Rival Bila dibandingkan dengan Suzuki Fronx yang menjadi rival di segmennya, Rocky Hybrid bisa dibilang lebih kompetitif dari sisi konsumsi BBM. Suzuki Fronx SGX Untuk diketahui, dari hasil pengetesan internal redaksi saat menggunakan Fronx SGX beberapa waktu lalu, konsumsi BBM yang didapat sekitar 18,2 kpl untuk penggunaan di dalam kota. Sementara saat digunakan ke luar kota dengan kecepatan konstan, hasilnya mencapai 24,5 kpl. Namun demikian, perlu diingat bahwa perbedaan tersebut tidak lepas dari teknologi hybrid yang digunakan masing-masing pabrikan. Daihatsu mengusung teknologi strong series hybrid, yang membuat Rocky Hybrid sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Daihatsu Rocky Hybrid Berbeda dengan Suzuki yang menggunakan teknologi mild hybrid, di mana mesin bensin masih menjadi penggerak utama roda saat kendaraan melaju.