Motor listrik mulai menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk mobilitas sehari-hari, khususnya untuk perjalanan dalam kota. Namun, sebelum membeli motor listrik, calon pengguna perlu memahami karakteristik kendaraan, spesifikasi, hingga cara perawatannya. Hal ini penting agar pemilik tidak hanya mengetahui cara menggunakannya, tetapi juga memahami kebutuhan perawatan setelah kendaraan dibeli. Pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, Alfian, menyarankan calon pembeli mencari informasi terlebih dahulu sebelum menentukan motor listrik yang akan digunakan. “Yang pertama sih harus cari referensi dulu, paling tidak googling dulu atau paling tidak cari review di Youtube. Cari-cari spesifikasi motor listrik itu kayak gimana,” ucap Alfian kepada Kompas.com, belum lama ini. Exotic Sprinter AT jadi motor listrik termurah di GIIAS dengan banderol Rp 9,9 juta. Selain mencari informasi mengenai spesifikasi, calon pembeli juga dapat berkonsultasi dengan bengkel yang memahami kendaraan listrik. “Atau cari bengkel motor listrik terdekat, untuk cari tahun yang rekomendasi untuk pemula apa, terus perawatannya gimana. Kadang di dealer dia cuma jual tapi ga kasih tahu perawatannya. Makanya rata-rata yang beli motor listrik dia permasalahanya di baterai karena tidak dikasih tau dan belum cari referensi,” ucapnya. Menurut Alfian, kebutuhan penggunaan juga menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli motor listrik. Kendaraan listrik dinilai lebih cocok untuk kebutuhan mobilitas dalam kota. Alfian membandingkan biaya penggunaan motor listrik dengan motor berbahan bakar minyak (BBM) untuk aktivitas sehari-hari. “Kalau motor bensin rata-rata buat jauh, kalau motor listrik dalam kota itu sudah nyaman banget. Misal ini seperti saya pakai tiap hari motor listrik, kalau dihitung kalau saya pakai motor BBM dua hari sekali sampai tiga hari itu BBM Rp 50.000. Kalau saya pakai motor listrik perhari itu ngecas penuh itu di Rp 3.000 sampai Rp 5.000 itu tinggal dikalikan saja,” ucapnya. Menurut dia, selisih biaya tersebut bisa cukup terasa jika motor digunakan secara rutin. Selain biaya pengisian daya, pengguna motor listrik juga tidak perlu melakukan penggantian oli mesin seperti pada motor konvensional. “Kalau dua hari katakanlah saya ngecas berarti Rp 10.000, kalau pakai bensin dua hari saya Rp 50.000, udah hemat Rp 40.000, belum lagi dua bulan sekali harus ganti oli,” ucapnya. Karena itu, calon pengguna sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga pembelian, tetapi juga menyesuaikan pilihan motor listrik dengan kebutuhan dan jarak penggunaan sehari-hari. Dengan begitu, biaya operasional dan perawatan dapat diperhitungkan sejak awal.