Marc Marquez kini berusia 32 tahun. Dengan pengalaman 13 musim di MotoGP, ia menjadi salah satu pebalap paling senior di grid kelas premier saat ini. Pada musim depan, Marquez dipastikan kembali turun balap untuk menuntaskan kontraknya bersama tim pabrikan Ducati Lenovo. Nicolo Bulega akan menggantikan Marc Marquez di sisa MotoGP 2025 dan menjadi pebalap tes Ducati mulai musim depan Setelah itu, masa depan pebalap asal Spanyol tersebut masih belum memiliki kepastian. Namun, ia menegaskan bahwa selama masih membalap, ambisinya tidak akan berubah. “Sulit untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi jika saya masih balapan, ambisinya akan selalu sama,” ujar Marquez, dikutip dari [Crash](https://www.crash.net/motogp/news/1088269/1/marc-marquez-motogp-future-ambition-will-always-be-same), Jumat (19/12/2025). Ia menjelaskan, komitmen untuk terus berkembang menjadi prinsip yang selalu ia pegang sepanjang kariernya di dunia balap. “Saya selalu percaya bahwa selama 365 hari dalam setahun, Anda bangun dan tidur dengan memikirkan bagaimana cara untuk berkembang,” katanya. Helm spesial Shoei edisi Marc Marquez juara dunia MotoGP 2025 dijual dengan jumlah yang sangat terbatas, 93 unit di dunia Menurut Marquez, jeda dan waktu istirahat tetap penting, bukan untuk mengendurkan tekad, melainkan agar bisa kembali tampil maksimal di lintasan. “Tentu saja, ada hari-hari ketika Anda beristirahat dan itu juga baik untuk pikiran, tetapi istirahat juga berkaitan dengan bagaimana Anda bisa tampil lebih baik setelahnya,” ucapnya. Marquez menegaskan bahwa apabila masih terus membalap di MotoGP, targetnya hanya satu, yakni memberikan performa terbaik tanpa kompromi. “Jika saya masih balapan, itu adalah untuk memberikan seratus persen, dengan ambisi yang sama, itulah yang akan saya tuju,” kata Marquez. Ia juga menegaskan bahwa fokus terdekatnya kini tertuju pada musim 2026. “Bab berikutnya adalah tahun depan, 2026, dan saat itulah kami akan mencoba untuk kembali berjuang meraih satu gelar juara dunia lagi,” ujar Marquez. Saat ini, Marquez hanya membutuhkan satu gelar juara dunia tambahan untuk menyamai rekor Giacomo Agostini dengan delapan gelar juara dunia di kelas utama. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam sesi practice MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 3 Oktober 2025. (Foto oleh Sonny TUMBELAKA / AFP) Selain itu, ia juga terpaut 15 kemenangan lagi untuk menyamai rekor kemenangan terbanyak di kelas utama yang masih dipegang Valentino Rossi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang