Penerapan kebijakan truk anti muatan berlebih atau Zero Over Dimension Over Load (ODOL) akan diberlakukan mulai 1 Januari 2027. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kebijakan Zero ODOL berpihak kepada rakyat kecil, terutama para pengemudi truk dan masyarakat pengguna jalan. Menanggapi rencana kebijakan tersebut, Toni Abdul Ghani, Korda Jabar-Banten Canter Mania Indonesia Community (CMIC), mengatakan bahwa kebijakan Zero ODOL masih sulit diterapkan di lapangan. "Belum. Belum bisa. Karena kalau pun diterapkan sekaligus, itu kalau sore semua (truk itu) harus dipotong. Coba bayangkan," ujarnya di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (21/11/2025). Jambore Nasional XII Canter Mania Indonesia Community (JAMNAS XII CMIC), resmi digelar pada 22?23 November 2025 di GOR Satria, Kota Purwokerto. Toni menjelaskan ada tiga hal yang perlu dilakukan jika ingin menerapkan Zero ODOL, yakni mengurangi muatan, menurunkan tarif tol, dan menurunkan harga suku cadang. "Pertama, muatan harus dikurangi, ongkos dikurangi. Sebenarnya kan kalau mau Zero ODOL, menurut saya, sebagian ini harus diturunkan harganya, (yaitu) tarif tol dimurahkan, suku cadang dimurahkan juga. Tapi kalau suku cadang dimurahkan, kan kualitas," ujarnya. Ia menambahkan bahwa ada dua hal paling mendesak untuk diturunkan biayanya. "Jadi minimal ada dua. Pertama tarif tol dan kedua solar dimurahkan. Insya Allah, muatan juga kalau diperingan dari segi muatan, dari bentuk bak," katanya. Toni mengatakan bahwa banyak truk ODOL beroperasi karena persaingan bisnis. "Karena yang saya ketahui dari dunia truk, dulu karoseri itu (panjang truk) pendek. Dulu, tahun 90-an awal, kita saja kalau bikin bak itu tidak pernah tinggi-tinggi seperti sekarang," katanya. Truk ODOL mengalami patah as roda di Jalan Adi Sumarmo, Karanganyar Menurut dia, yang harus diketahui adalah bahwa sebetulnya tidak semua sopir atau pemilik truk ingin membuat kendaraannya menjadi ODOL karena risikonya besar. "Lebih ke arah situ. Tapi, ke situ taruhannya besar. Di jalan itu yang namanya di jalan, kadang-kadang ada kendala. Nyawa banget. Ya, istilahnya amit-amit dia harus sampai ke jalan (bermasalah)," katanya. "Sebenarnya kalau kemauan saya sama teman-teman, ya itu muatan ringan, muatan bagus. Walaupun susah gitu," ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.