Standar emisi seperti Euro 4 ditetapkan bukan sekadar aturan teknis, tetapi sebagai respons global terhadap masalah polusi udara yang semakin serius. Kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang utama emisi berbahaya di kota-kota besar. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan standar emisi pada kendaraan ditetapkan dengan tujuan untuk mengontrol polusi udara yang disebabkan oleh sisa pembakaran. “Standar Euro dimulai dari 0 sampai 7, rentang waktunya dari tahun 1991 sampai 2026, ini berlaku di Eropa, sementara di Indonesia baru sampai Euro 4,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Minggu (26/4/2026). Penetapan standar ini diharapkan dapat menurunkan kadar polutan berbahaya dari gas buang kendaraan. Polutan tersebut meliputi nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan partikel halus (PM). Gas-gas tersebut terbukti berdampak langsung terhadap kesehatan manusia. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga meningkatkan risiko kematian dini. Antrean kendaraan mengisi Biosolar mengular hingga keluar area SPBU di Jalan Dr. Sutomo, Padang, Senin (20/4/2026). Lonjakan terjadi setelah kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong pengguna beralih ke solar. “Selain kesehatan, standar emisi juga bertujuan melindungi lingkungan. Emisi kendaraan berkontribusi terhadap pemanasan global, hujan asam, dan kerusakan ekosistem,” ucap Jayan. Euro 4 menjadi tonggak penting karena mulai memperketat batas emisi secara signifikan dibanding generasi sebelumnya. Produsen kendaraan dipaksa mengembangkan teknologi mesin yang lebih bersih dan efisien. Teknologi yang lahir dari standar ini antara lain sistem injeksi presisi, exhaust gas recirculation (EGR), catalytic converter, hingga diesel particulate filter (DPF). Semua bertujuan mengurangi emisi tanpa mengorbankan performa. Toyota Fortuner menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite “Standar yang lebih tinggi seperti Euro 5 dan Euro 6 bahkan menuntut emisi yang jauh lebih rendah lagi,” ucap Jayan. Tujuan lainnya adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar. Mesin yang lebih bersih biasanya juga lebih efisien karena pembakaran berlangsung lebih sempurna. Standar emisi juga menciptakan keseragaman global. Dengan aturan yang serupa, produsen bisa mengembangkan kendaraan yang memenuhi pasar internasional tanpa harus membuat banyak versi berbeda. Bagi pemerintah Indonesia, penerapan Euro 4 membantu mengendalikan kualitas udara di perkotaan. Ini penting untuk menekan biaya kesehatan masyarakat akibat polusi. Namun, konsekuensinya adalah kendaraan menjadi lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Itulah sebabnya standar emisi harus diiringi dengan peningkatan kualitas BBM. Kesimpulannya, tujuan utama penetapan Euro 4 dan standar lebih tinggi adalah melindungi kesehatan manusia, menjaga lingkungan, dan mendorong teknologi kendaraan yang lebih bersih serta efisien. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang