Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) perkuat pengembangan industri semikonduktor nasional seiring meningkatnya sektor elektronika, telekomunikasi, hingga otomotif, khususnya pada kendaraan listrik dan hibrida. Pada 2025, produksi kendaraan bermotor nasional tercatat mencapai 803.867 unit. Angka tersebut mencakup kendaraan elektrifikasi yang membutuhkan kandungan semikonduktor hingga tiga kali lebih besar dibandingkan mobil konvensional. Tingginya penggunaan chip pada kendaraan modern membuat sektor otomotif menjadi salah satu penggerak utama penguatan ekosistem semikonduktor dalam negeri. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi keynote speaker di Indonesia Semiconductor Summit yang diselenggarakan di Bandung, Kamis (29/1/2026). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri semikonduktor tidak dapat dilakukan secara instan dan harus ditempuh secara bertahap. “Pengembangan industri semikonduktor ditempuh melalui pendekatan realistis dengan menempatkan pengembangan talenta dan desain chip sebagai langkah utama pada tahap awal,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026). Selain menopang industri otomotif, semikonduktor juga berperan penting bagi sektor elektronik, telekomunikasi, energi, dan transformasi digital. Di sektor elektronik, produksi ponsel nasional berada di kisaran 30–60 juta unit per tahun. Sementara itu, kebutuhan laptop ditargetkan mencapai 1,57 juta unit pada 2026. Kemenperin menilai, peningkatan aktivitas industri hilir mendorong lonjakan permintaan terhadap komponen semikonduktor. Saat ini, Indonesia telah memiliki sejumlah fondasi penting, seperti fasilitas perakitan dan pengujian yang terintegrasi dalam global value chain, perusahaan desain integrated circuit, serta basis industri manufaktur, termasuk otomotif nasional. Namun ketergantungan impor masih menjadi tantangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor semikonduktor meningkat dari 2,33 miliar dollar AS pada 2020 menjadi 4,87 miliar dollar AS pada periode Januari–November 2025. Menurut Agus, kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya penguatan kapasitas dalam negeri. “Ketergantungan impor perlu direspons melalui penguatan desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual sebagai fondasi kemandirian teknologi,” kata dia. Sebagai langkah strategis, Kemenperin telah menyusun peta jalan pengembangan industri semikonduktor nasional. Roadmap tersebut mencakup empat pilar utama, yakni material, desain, fabrikasi, serta assembly, testing, and packaging. Peta jalan itu didukung oleh pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, infrastruktur, serta kebijakan industri yang kondusif. Produksi mobil sport ikonik Nissan GT-R R35 resmi dihentikan Agus menegaskan, pengembangan semikonduktor tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga penciptaan nilai tambah nasional. “Tujuannya memperkuat kemandirian teknologi dan memastikan Indonesia terintegrasi secara berkelanjutan dalam rantai pasok global,” ujarnya. Untuk memperkuat aspek desain chip, Kemenperin membentuk Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Inisiatif tersebut digagas bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan para pakar dari 13 universitas, dengan dukungan 16 perguruan tinggi mitra. ICDEC diharapkan menjadi simpul kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam memperkuat kapasitas nasional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang