Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis penjualan kendaraan di Indonesia berpeluang kembali menembus angka 1 juta unit. Optimisme tersebut didorong oleh pertumbuhan produksi dan penjualan otomotif nasional yang terus menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026. Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kemenperin Patia Junjungan Monangdo mengatakan, di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global, industri alat angkut masih mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. "Kita patut bersyukur bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global, industri alat angkut secara konsisten menyumbang 1,2 persen terhadap PDB nasional. Angka tersebut merepresentasikan nilai tambah ekonomi bersih lebih dari Rp 284 triliun per tahun bagi perekonomian Indonesia," kata Patia di Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026). Produksi dan Wholesale Tumbuh Patia menjelaskan, kinerja positif industri otomotif nasional juga tercermin dari capaian produksi kendaraan sepanjang semester pertama tahun ini. Menurut dia, produksi kendaraan domestik mencapai sekitar 615.000 unit, atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Di tengah dinamika dan tantangan global, aktivitas produksi domestik kita tetap bergerak aktif dan berhasil mencapai 615.000 unit," ujar Patia. Tak hanya dari sisi produksi, permintaan pasar domestik juga mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari capaian penjualan secara wholesales yang tumbuh 15,9 persen secara kumulatif hingga mencapai 436.000 unit. Ilustrasi penjualan mobil Berpeluang Dekati 1 Juta Unit Melihat tren tersebut, Kemenperin meyakini target awal penjualan kendaraan nasional sebesar 850.000 unit pada 2026 dapat tercapai. Bahkan, jika pertumbuhan terus terjaga hingga akhir tahun, angka penjualan kendaraan nasional berpeluang kembali mendekati 1 juta unit, yang terakhir kali dicapai pada 2023. "Dengan tren pertumbuhan sekuat ini, kami optimistis proyeksi penjualan domestik nasional awal tahun sebesar 850.000 unit dapat kita capai bersama, bahkan berpeluang bergerak maju mendekati batas psikologis 1 juta unit yang terakhir kita capai pada 2023," kata Patia. Menurut Kemenperin, pencapaian tersebut menjadi sinyal bahwa industri otomotif nasional masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah tantangan ekonomi global, sekaligus menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap pasar kendaraan di Indonesia tetap terjaga.