Di tengah tren penurunan penjualan mobil nasional sepanjang 2025, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyampaikan bahwa target penjualan tahun ini masih belum direvisi. Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menegaskan pihaknya masih optimistis meski kinerja pasar belum pulih sepenuhnya. “Belum. Saat ini belum ada revisi target penjualan. Masih optimis,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (7/11/2025). Perkembangan penjualan mobil di Indonesia Sebelumnya, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto juga menyampaikan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan revisi target akan dilakukan bersama seluruh anggota asosiasi. Hingga kini, target penjualan mobil nasional masih berada di angka 900.000 unit untuk tahun 2025. Daya Beli Melemah Menurut Jongkie, penurunan penjualan mobil tahun ini tidak lepas dari melemahnya daya beli masyarakat di tengah perlambatan ekonomi. “Penyebab utama pasar melambat adalah daya beli yang turun,” kata Jongkie. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2025 hanya mencapai 4,87 persen, melambat dibanding periode yang sama tahun lalu di kisaran 5,1–5,2 persen. Kondisi ini menahan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dampaknya, minat masyarakat membeli barang tahan lama seperti mobil ikut menurun. Ilustrasi penjualan mobil Penjualan Turun Dua Digit Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil nasional hingga September 2025 masih menunjukkan pelemahan. Secara wholesales (pabrik ke diler), total penjualan Januari–September 2025 tercatat 561.819 unit, turun 11,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, retail sales (diler ke konsumen) mencapai 585.917 unit, turun 10,9 persen dari 657.448 unit pada Januari–September 2024. Dengan kinerja tersebut, peluang industri otomotif mencapai target 900.000 unit tahun ini semakin berat karena pelaku industri masih harus menjual sekitar 338.000 unit dalam tiga bulan tersisa (Oktober–Desember 2025), atau rata-rata lebih dari 110.000 unit per bulan. Angka itu jauh di atas capaian rata-rata bulanan belakangan ini yang hanya sekitar 60.000 unit hingga 65.000 unit. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.