Pengadaan Light Duty Truck (LDT) PT Agrinas Pangan Nusantara untuk Koperasi Desa Merah Putih disinyalir menjadi angin segar bagi merek lokal yang kebagian jatah. Proyek ini disnyalir memacu penjualan otomotif nasional.Salah satu mereknya, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mendukung penuh program pemerintah lewat pengadaan 10.000 unit truk ringan untuk Koperasi Desa Merah Putih."Melihat normal sekitar tiga persen, menurut kami. Tapi karena ada project Agrinas ini langsung nge-boost. Naik gede banget, karena ketambahan 80 ribu," ujar Supply Chain and Marketing Communication (SCMC) Division Head HMSI, Wibowo Santoso di Jakarta, belum lama ini. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2025, industri dalam negeri memproduksi sebanyak 53.635 unit truk, namun angka distribusi dari pabrik ke dealer atau wholesales justru mencapai 56.754 unit. Kondisi ini semakin dipertegas oleh angka retail sales atau penjualan langsung ke konsumen yang menyentuh angka 59.303 unit.Wibowo memprediksi jika tanpa proyek PT Agrinas Pangan Nusantara akan terjadi kenaikan, namun tipis. "Kita prediksi pasar paling cuma 60 ribu," tambah dia.Keterlibatan merek yang sudah produksi lokal seperti Hino menjadi "mesin" utama yang menjaga pabrik-pabrik otomotif di Indonesia tetap mengepul di tengah ketidakpastian ekonomi global.PT Agrinas Pangan Nusantara membutuhkan sekitar 80 ribu unit LDT untuk tahun 2026. Seperti diketahui Hino menjadi salah satu produsen yang sudah dirakit lokal untuk memenuhi permintaan 10.000 unit truk ringan untuk Koperasi Desa Merah Putih. Merek lokal lain yang mengambil segmen LDT ini antara lain Mitsubishi Fuso (20.600 unit), Foton (13.500 unit), dan Isuzu (900 unit).Sementara itu, Agrinas mengambil jalur impor untuk segmen Light Truck dari Tata Motors, sebanyak sebanyak 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck akan dipasok ke Kopdes Merah Putih.Optimisme HMSI juga terlihat dari target pangsa pasar (market share) yang dipatok untuk tahun ini. Hino berharap dapat terus mendominasi nomor dua, terutama di segmen kendaraan komersial menengah dan ringan."Kalau market share kalau kategori 3 expect di atas 55 persen, 57 persen yang MDT," kata Wibowo."Kalau LDT Dutro kita expect di 21-21 persen. Total kita kita dapat 30-31 persen," tambah dia.