Kendaraan elektrifikasi semakin mendapat tempat di pasar otomotif Indonesia. Dalam kurun waktu 2021-2025, penjualan kendaraan elektrifikasi yang terdiri atas battery electric vehicle (BEV), hybrid electric vehicle (HEV), dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tumbuh sangat pesat. Berdasarkan data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total kendaraan elektrifikasi yang terjual pada 2021 baru mencapai 3.158 unit. Empat tahun kemudian, jumlah tersebut melonjak menjadi 175.144 unit pada 2025. Artinya, dalam periode tersebut penjualan kendaraan elektrifikasi meningkat sekitar 55 kali lipat. Toyota GIIAS 2026 Pertumbuhan ini juga terjadi ketika pasar mobil nasional justru mengalami penurunan. Pada 2021, total pasar mobil nasional mencapai 887.202 unit. Angka tersebut sempat menembus 1 juta unit pada 2022 dan 2023, masing-masing 1.048.040 unit dan 1.005.802 unit. Setelah itu, pasar kembali menyusut menjadi 865.723 unit pada 2024 dan 803.687 unit pada 2025. Di tengah pasar yang mengecil tersebut, kendaraan elektrifikasi justru terus tumbuh. Pada 2025, porsinya bahkan mencapai 21,79 persen dari total pasar kendaraan nasional. Tumbuh Pesat komparasi Mobil Listrik ringkas Aion UT VS Chery Q Data Gaikindo juga menunjukkan tren peningkatan kendaraan elektrifikasi berlangsung secara bertahap dan semakin kuat dalam dua tahun terakhir. Pada 2021, kendaraan elektrifikasi masih menjadi segmen yang sangat kecil. Total penjualannya hanya 3.158 unit atau sekitar 0,36 persen dari total pasar. Komposisinya didominasi mobil hybrid atau HEV sebanyak 2.473 unit. Sementara BEV baru mencapai 685 unit dan belum ada penjualan PHEV. Setahun kemudian, pasar mulai berubah. Total kendaraan elektrifikasi melonjak menjadi 15.437 unit. Mobil listrik BAIC T1 raih ratusan SPK di GIIAS 2026 BEV menyumbang 10.327 unit, sedangkan HEV sebanyak 5.100 unit. PHEV mulai muncul dengan penjualan 10 unit. Pertumbuhan tersebut berlanjut pada 2023.