Kebakaran mobil listrik masih menjadi salah satu isu yang kerap memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, EVSafe Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus kebakaran kendaraan listrik di Indonesia yang murni disebabkan oleh baterai. Abdul Rahman Elly, Founder EVSafe Indonesia, mengatakan, penyebab kebakaran yang terjadi sejauh ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal, seperti instalasi pengisian daya yang tidak sesuai hingga kelalaian pengguna. “Tidak perlu dikhawatirkan, karena kebakaran bukan karena baterai. Jadi karena charger instalasi, lalu yang kedua juga pemakaian yang tidak tertib seperti rokok. Jadi belum ditemukan karena pure baterai, jadi ga usah khawatir,” ucapnya kepada media di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). BYD Seal terbakar di China Ia menambahkan, jumlah kasus kebakaran mobil listrik di Indonesia juga masih sangat kecil jika dibandingkan dengan populasi kendaraan listrik yang sudah beredar di Tanah Air. “Secara jumlah itu belum sampai dengan 25. Jadi masih nol koma sekian persen dibandingkan populasi yang sudah melebihi seribu,” ucapnya. Menurut Abdul, data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kejadian kebakaran kendaraan listrik masih sangat rendah. Ia kembali menegaskan bahwa kasus-kasus yang pernah terjadi bukan disebabkan oleh baterai kendaraan. Selain itu, Abdul mengatakan kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia telah dibekali berbagai sistem proteksi untuk menjaga keamanan baterai dan meminimalkan potensi terjadinya kebakaran.