Harga baterai masih menjadi salah satu komponen terbesar dalam sebuah mobil listrik. Namun, seiring berkembangnya industri kendaraan listrik dan mulai dibangunnya rantai pasok baterai di dalam negeri, biaya baterai diperkirakan bisa semakin terjangkau. Raihan Wiradibrata, R&D Engineer Gotion, mengatakan, harga baterai berbeda-beda tergantung ukuran dan jenis yang digunakan. SPKLU Voltron di Puri Indah menawarkan 24 titik pengisian dengan teknologi ultra fast charging dan akses 24 jam. Namun, secara umum, kontribusi baterai terhadap harga sebuah mobil listrik saat ini sudah mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. "(Harga baterai) itu macam-macam, tergantung ukuran dan jenis. Kami enggak bisa disclose harganya karena itu B2B," ujar Raihan, kepada Kompas.com (6/8/2026). Menurut dia, pada masa awal perkembangan mobil listrik, harga baterai masih mendominasi dari total harga kendaraan. Gotion sebut porsi harga baterai mobil listrik kini turun menjadi 40-50 persen. Kini, kontribusinya disebut sudah turun cukup signifikan. "Cuma kalau dulu kan harganya bisa setengah harga mobil (60 persen). Sekarang sudah mulai turun ke kisaran 40-50 persen harga mobil," kata dia. Produksi Sel Baterai Lokal Raihan menilai, penurunan harga baterai masih berpeluang berlanjut seiring semakin matangnya industri kendaraan listrik. Pabrik baterai VinFast Pasalnya, penetrasi mobil listrik di Indonesia sendiri masih tergolong baru. Jika perkembangan teknologi, skala produksi, dan rantai pasok terus meningkat dalam jangka panjang, biaya produksi baterai berpotensi menjadi lebih rendah. "Iya, kalau selnya sudah diproduksi di Indonesia nanti bakal lebih murah lagi," ucap Raihan. Gotion sebut porsi harga baterai mobil listrik kini turun menjadi 40-50 persen. Produksi sel baterai di dalam negeri dinilai dapat memberikan efisiensi lebih besar karena rantai pasok menjadi semakin dekat dengan industri kendaraan listrik nasional. Selama ini, baterai menjadi salah satu komponen penting sekaligus mahal dalam kendaraan listrik. Dengan semakin banyak proses produksi yang dilakukan di dalam negeri, biaya logistik dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri diharapkan dapat ditekan. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi memberikan dampak terhadap harga kendaraan listrik yang dipasarkan kepada konsumen. Mobil listrik Wuling tampil di GJAW 2024 Baterai Gotion Diklaim Bertahan hingga 8 Tahun Gotion sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Perusahaan memproduksi sejumlah jenis baterai, termasuk sel Lithium Iron Phosphate (LFP) dan Nickel Cobalt Manganese (NMC). Teknologinya mencakup pengembangan sel, Battery Management System (BMS), battery pack, hingga proses daur ulang baterai. Di Indonesia, Gotion menjadi salah satu pemasok komponen baterai untuk sejumlah merek mobil listrik, termasuk Wuling, DFSK, Geely, VinFast, hingga Neta. Selain harga, usia pakai baterai juga menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika membeli mobil listrik. Raihan mengatakan, sel baterai yang digunakan Gotion memiliki durabilitas hingga delapan tahun. "Durabilitas sel kami sendiri bisa sampai 8 tahun," kata Raihan. Dengan harga baterai yang secara bertahap semakin turun dan kemampuan produksi yang mulai berkembang di dalam negeri, biaya kendaraan listrik di masa depan berpeluang semakin kompetitif. Namun, seberapa besar penurunan harga yang bisa dirasakan konsumen tetap akan bergantung pada skala produksi, teknologi, serta efisiensi rantai pasok baterai di Indonesia.