Gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan motor nasional memantik respons beragam dari industri otomotif. Setelah sebelumnya menyatakan minat menghadirkan mobil nasional, Prabowo juga mengungkap mimpi memiliki motor buatan anak bangsa. Lalu, bagaimana sikap Yamaha sebagai salah satu pemain besar roda dua di Indonesia? Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan bahwa sikap Yamaha terhadap proyek motor nasional sepenuhnya bergantung pada keputusan manajemen. Ilustrasi Fazzio di booth Yamaha pada Jakarta Fair 2024 Menurutnya, sekalipun membawa embel-embel “motor nasional”, arah pertimbangan tetap berbasis pada kepentingan bisnis. “Oh, motor nasional? Ya kita lihat dulu sih bagaimana atau ke arah mana ide itu. Pastinya semua itu bagaimana manajemen kan, karena itu point of view-nya kan bisnis ya,” ujar Rifki di Jakarta (20/12/2025). Rifki tidak menjelaskan apakah pemerintah sudah membuka komunikasi resmi dengan Yamaha terkait rencana tersebut. Namun ia menegaskan bahwa perusahaan asal Jepang itu tetap membuka ruang untuk mempelajari berbagai kemungkinan kerja sama. Ilustrasi booth Yamaha di Jakarta Fair 2024 Sebelumnya, Prabowo menyampaikan mimpinya membangun kendaraan nasional—baik mobil maupun motor. Dalam kesempatan di hadapan siswa SMP Negeri 4 Kota Bekasi, ia menyebut bahwa persiapan menuju ke arah itu sudah mulai dilakukan. “Kita akan mempunyai mobil buatan Indonesia sendiri, motor buatan Indonesia sendiri,” ujar Prabowo saat menyampaikan materi di hadapan siswa dan guru di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada November lalu. Presiden RI Prabowo Subianto saat meluncurkan program Digitalisasi Pembelajaran di SMPN 4 Bekasi, Jakarta, Senin (17/11/2025). Meski begitu, belum ada rincian lebih lanjut mengenai bentuk model, jadwal peluncuran, maupun skema produksi. Apakah akan dikembangkan sepenuhnya secara mandiri atau melalui kolaborasi dengan pabrikan yang sudah beroperasi di Indonesia. Harapan terhadap motor nasional terbilang besar. Kehadirannya dinilai berpotensi membuka akses kendaraan roda dua yang lebih terjangkau bagi masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kandungan komponen lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor industri. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang