Kenaikan biaya produksi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan otobus (PO) dalam menjalankan bisnis transportasi. Kondisi tersebut membuat produsen bus dan pelaku usaha perlu mencari cara untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan nilai tambah bagi konsumen. Managing Director PT Tentrem Sejahtera, Yohan Wahyudi, mengatakan, salah satu cara yang dilakukan adalah memaksimalkan kapasitas penumpang pada bus dengan panjang 12 meter. Menurut Yohan, penambahan kapasitas penumpang dapat menjadi alternatif bagi pengusaha PO untuk meningkatkan potensi keuntungan tanpa harus langsung menaikkan harga tiket. "Betul. Jadi biaya produksi naik, kalau saya tiba-tiba cuma bisa menaikkan harga jual, tanpa value tambahan itu yang jadi masalah," kata Yohan kepada Kompas.com, Selasa (4/8/2026). Bus Avante H9 Multi Class Captain Xtra Nyaman buatan Karoseri Tentrem Ia menjelaskan, PT Tentrem Sejahtera kini menawarkan pilihan konfigurasi bus dengan kapasitas yang lebih fleksibel. Setelah sebelumnya terdapat konfigurasi kapten 2, kini tersedia pilihan kapten 3 dan kapten 4. "Makanya kenapa kok ada Kapten 2, terus sekarang ada Kapten 3, Kapten 4, itu untuk menambah profit dengan memaksimalkan space yang ada," kata Yohan. Yohan menjelaskan, pada konfigurasi sebelumnya, bus dapat mengangkut sekitar 28 penumpang ditambah dua kursi di bagian atas pengemudi. Sementara itu, dengan pilihan konfigurasi terbaru, kapasitas tersebut dapat ditingkatkan menjadi 28 penumpang ditambah tiga atau empat penumpang, tergantung pilihan konsumen. "Kalau dulunya mungkin 28 plus 2 yang diatasnya driver. Sekarang 28 plus 3 atau plus 4 bergantung dari customer yang mau milih yang mana," ucapnya. Menurut Yohan, tambahan satu hingga dua penumpang memang terlihat kecil jika dibandingkan dengan total kapasitas bus. Namun, jika dihitung dalam skala operasional, tambahan tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap profit perusahaan. Booth Karoseri Tentrem di GIIAS 2026. "Plus 1 atau plus 2 penumpang ini, kalau kita hitung 1 dibandingkan 30, berapa persen? Berarti kan berapa? 3 persen lebih ya? Nah, itu kan berarti profitnya bertambah sekitar 3 persenan," ucap Yohan. Ia menilai tambahan margin tersebut dapat membantu pengusaha PO menghadapi kenaikan berbagai biaya, mulai dari harga suku cadang hingga biaya operasional. "Dan 3 persen ini profitnya bertambah, otomatis kan untuk menahan lajunya kenaikan spare part, kenaikan biaya operasional dan lain-lain, si pengusaha PO ini ada spare 3 persen yang kita tawarkan dengan profitnya kita," kata Yohan. Yohan menambahkan, pendekatan tersebut menjadi salah satu nilai yang ditawarkan Tentrem kepada pengusaha PO, terutama karena kapasitas tambahan tersebut dapat diterapkan pada bus dengan panjang yang sama. "Yang di mana, kalau saya boleh agak-agak mempromosikan saya dan agak sombong ya, tempat lain belum ada. Tempat lain mentok di 2. Bisa sampai ke 3, bisa ke 4, untuk sama-sama 12 meter," ucapnya. Dengan demikian, optimalisasi kapasitas menjadi salah satu strategi yang dapat dilakukan operator bus untuk menjaga profitabilitas di tengah meningkatnya biaya operasional, tanpa semata-mata membebankan kenaikan tersebut kepada penumpang melalui harga tiket.