Karoseri Tentrem menyebut setiap perusahaan otobus (PO) memiliki kebutuhan yang berbeda, termasuk dalam menentukan spesifikasi dan tata letak bus yang dipesan. Managing Director PT Tentrem Sejahtera, Yohan Wahyudi, mengatakan, perbedaan permintaan tersebut tetap dapat diakomodasi melalui penyesuaian desain sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan. "Memang tailor-made sesuai dengan kebutuhan masing-masing ya. Cuma terlepas dari itu juga, kita kan sudah punya template-nya. Memang ada customer yang minta, majuin dikit dong, tambahin lagi dong. Toilet-nya geser kiri, toilet-nya geser kanan," kata Yohan, kepada Kompas.com di GIIAS 2026, belum lama ini. Penyesuaian tersebut umumnya berkaitan dengan kebutuhan operasional PO maupun kenyamanan penumpang. Jadi, satu model bus yang sama tetap memungkinkan memiliki detail atau tata letak yang berbeda ketika dibuat berdasarkan permintaan konsumen. Booth Karoseri Tentrem di GIIAS 2026. Perbedaan kebutuhan tersebut membuat proses pembuatan bus tidak selalu dapat disamaratakan untuk setiap PO. Setiap pelanggan dapat memiliki pertimbangan masing-masing dalam menentukan konfigurasi bus, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kendaraan dan kebutuhan penumpang. Meski terdapat ruang untuk melakukan penyesuaian, perubahan yang dilakukan tetap mengacu pada konsep dan desain dasar yang telah dimiliki oleh Tentrem. Hal ini membuat karakter utama dari setiap model tetap dapat dipertahankan meski terdapat sejumlah detail yang berbeda. Meski demikian, perubahan tersebut tidak berarti karoseri membuat desain yang sepenuhnya berbeda untuk setiap pelanggan. Tentrem tetap memiliki standar desain yang menjadi dasar dalam proses produksi setiap unit bus. "Itu tetap ada. Cuma modelnya nih yang jadi trademarknya. Tentu ada trademarknya kita," kata Yohan. Dengan demikian, Karoseri Tentrem tetap dapat mengakomodasi kebutuhan dan permintaan setiap PO, sekaligus mempertahankan desain yang menjadi ciri khas produknya.