Tiket menjadi syarat utama bagi setiap penumpang yang menggunakan layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Moda transportasi ini terbuka untuk berbagai kelompok usia, tanpa batasan khusus bagi calon penumpang. Meski demikian, kebijakan mengenai tiket untuk anak kecil kerap menimbulkan pertanyaan. Tidak sedikit orang tua yang mengira seluruh balita dapat naik bus secara gratis, padahal ketentuan tiap perusahaan otobus (PO) bisa berbeda. Salah satu agen tiket bus PO Gunung Harta cabang Ciawi, Bogor, menjelaskan bahwa aturan tiket anak bergantung pada kebijakan masing-masing operator. Situasi penumpang yang menunggu keberangkatan bus saat masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, Senin (22/12/2025). "Kalau di Gunung Harta, anak yang tingginya lebih dari 70 cm dan berusia lebih dari 2 tahun sudah harus membeli tiket. Anak dengan usia dan tinggi tersebut sudah tidak bisa dipangku oleh orang tuanya, sehingga harus memiliki kursi sendiri," katanya, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Dia menambahkan, anak berusia di bawah 3 tahun umumnya tidak dikenakan biaya tiket. Pada rentang usia tersebut, anak masih dapat dipangku oleh orang tua karena belum dapat duduk sendiri dengan tenang selama perjalanan. Dengan demikian, anak yang masih bisa dipangku dihitung sebagai penumpang gratis, sementara orang tua tetap wajib membeli tiket. Kebijakan ini sekaligus mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan jarak jauh. Ilustrasi bus untuk mudik gratis akhir tahun - harga tiket bus Jakarta-Surabaya Ketentuan berbeda diterapkan oleh PO Rosalia Indah. Operator ini menetapkan batas usia yang sedikit lebih tinggi untuk kategori wajib tiket. "Anak-anak berumur 4 tahun dengan tinggi di atas 90 cm akan dikenakan biaya tiket bus karena menggunakan bangku sendiri dan tidak lagi dipangku oleh orang tua. Sebelum membeli tiket, sebaiknya orang tua mengukur tinggi anak terlebih dahulu," kata salah satu agen tiket bus Rosalia Indah kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang