Sasis bus tronton kini makin banyak digunakan oleh sejumlah perusahaan otobus (PO) untuk armada mereka. Memiliki tiga poros roda (triple axle), sasis bus tronton tampil unik dan kerap digunakan sebagai bus kelas layanan premium. Sleeper bus atau double decker dengan beragam fasilitas mewah biasanya digendong oleh sasis tronton. Oleh karena itu, layanan bus AKAP premium tersebut biasanya dibanderol dengan harga tiket yang tinggi. Namun, uniknya, bus AKAP milik PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) justru menggunakan sasis bus tronton untuk layanan ekonomis dengan harga tiket yang terjangkau bagi masyarakat. "Biasanya sasis tronton itu buat kelas-kelas yang premium, justru di kami tidak. Kami pakai sasis tronton itu untuk kelas ekonomi, jadi bangkunya banyak," kata Sani kepada Kompas.com, Senin (17/11/2025). Adapun bus non-premium yang dimiliki oleh PO SAN saat ini terdiri dari kelas eksekutif, VIP, dan bisnis. kelas tersebut memiliki konfigurasi kursi 2-2 dengan kapasitas 36 kursi penumpang. Bus baru PO SAN Namun, saat digendong oleh sasis tronton yang ukurannya lebih panjang, tentu jumlah kursinya akan lebih banyak. Sementara itu, pada layanan bus premium, biasanya jumlah kursi yang tersedia lebih sedikit karena ukuran kursi yang lebih besar. Bahkan, ada juga bus yang dibuat lebih menyerupai kamar pribadi atau hotel kapsul, sehingga jumlah penumpang lebih sedikit. Pria yang akrab disapa Sani itu berpendapat, dengan sasis bus, menurutnya, pilihannya hanya dua: dibuat single deck dengan banyak bangku atau double decker. "Kalau bus tronton itu dibuat bangku sedikit, itu tidak tepat. Karena nanti pengembalian pendapatan dari investasi (pembelian bus) akan lama kembalinya karena kapasitas penumpangnya sedikit," katanya. Sani juga mengatakan bahwa harga sasis bus tronton memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan sasis biasa. Selisihnya bisa mencapai Rp 500 juta-Rp 600 juta dengan sasis standar, sebab sasis untuk jenis tronton bisa tembus Rp 1 miliar. Dengan jumlah kursi yang lebih banyak, diharapkan modal tersebut bisa kembali. Namun, meski memiliki jumlah kursi lebih banyak, bus tetap dirancang agar nyaman digunakan. Selain itu, sasis tronton tersebut tetap memberikan kesan premium. "Misalnya pada Mercedes-Benz OC 2542, itu jumlah bangkunya bisa 50. Meski lebih banyak, tapi tetap nyaman," katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.