Industri karoseri nasional bersiap melebarkan sayapnya ke pasar Timur Tengah. Melalui Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), produk bus buatan anak bangsa kini tengah dibidik untuk menembus pasar Arab Saudi sebagai armada angkutan jemaah haji. Rencana ekspansi global ini mengemuka di sela-sela pembukaan pameran Busworld Southeast Asia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Wakil Ketua Umum DPP Askarindo, Budi Setiyadi mengungkapkan bahwa potensi ekspor ini kembali terbuka lebar setelah adanya peluang dan tantangan langsung dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Busworld Southeast Asia Resmi Dibuka "Saya tadi ditawari oleh Pak Deden (Kementerian Perdagangan) di Arab Saudi untuk kita bisa memamerkan tidak hanya operatornya, tapi juga produk kita di Arab Saudi. Bulan Juni nanti kita siap," ujar Budi di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Budi menambahkan, wacana ekspor bus untuk kebutuhan haji sebetulnya sudah sempat diinisiasi saat dirinya masih menjabat sebagai Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan atas usulan dari karoseri Adiputro. Namun, rencana tersebut sempat tidak berlanjut. Momentum Busworld tahun ini pun diharapkan menjadi awalan baru untuk merealisasikan target tersebut. Guna memuluskan langkah ini, Askarindo berharap adanya dukungan dan koordinasi kuat antar-instansi pemerintah terkait. "Saya berharap di dalam momentum saat sekarang ini akan menjadi awalan kami nanti. Mohon bantuan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, serta tentunya Kementerian Agama/Haji untuk nanti kita berkoordinasi untuk bisa kerja sama dengan beberapa operator pengusaha terutama di Arab Saudi," kata Budi. Gayung bersambut, para pemain karoseri besar di Indonesia menyatakan kesiapannya untuk ambil bagian dalam tantangan pameran dan ekspor tersebut. "Teman-teman karoseri siap ya kalau pameran di Arab? New Armada siap? Siap. Melalui inovasi berkelanjutan, produk karoseri buatan anak bangsa akan memiliki kualitas berstandar dunia," kata Budi. Sejauh ini, taji karoseri lokal di pasar internasional terbukti bukan sekadar di atas kertas. Beberapa produk bus rakitan Indonesia tercatat sudah melaju di jalanan luar negeri, seperti di Bangladesh, Thailand, hingga negara Fiji di kawasan Pasifik. Bagi Askarindo, momentum ekspor ini akan membuktikan bahwa industri karoseri Indonesia bukan lagi sekadar menjadi penonton, melainkan pemain besar di tingkat global. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang