Ducati menanggapi kekalahannya dari Aprilia pada seri perdana MotoGP 2026 dengan positif. Menurut Gigi Dall'Igna, CEO Ducati Corse, hal tersebut merupakan siklus yang alami. Setelah 102 seri berlalu, baru kali ini tim pabrikan Ducati tidak masuk lima besar. Padahal, di beberapa musim sebelumnya, Ducati selalu menang di Sirkuit Buriram, Thailand. Musim 2023 dimenangkan Jorge Martin, musim 2025 oleh Francesco Bagnaia, dan musim lalu pemenangnya adalah Marc Marquez. Dominasi Ducati dipatahkan oleh Aprilia melalui kemenangan Marco Bezzecchi. Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Thailand 2026 Dall'Igna mengatakan, daya saing Aprilia tidak mengejutkan. Kemajuannya sudah terlihat, khususnya pada paruh terakhir musim lalu dan sesi tes pra-musim. "Statistik menunjukkan bahwa kami belum pernah naik podium dalam 88 balapan berturut-turut, dan untuk pertama kalinya dalam 102 seri, merek kami tidak terwakili di lima besar. Ini berarti kami perlu memperkecil selisih dengan cepat, tetapi kami menyadarinya tanpa panik," ujar Dall'Igna, dikutip dari Speedweek.com, Kamis (5/3/2026). “Ini adalah siklus alami bahwa performa bisa menurun, terutama setelah periode kesuksesan yang begitu lama. Upaya kami saat ini difokuskan pada analisis data dan perbaikan setelan untuk balapan mendatang agar para pebalap kami lebih kompetitif," kata Dall'Igna. General Manager Ducati, Gigi Dall'Igna. Dia menambahkan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi Ducati menyadari bahwa ini baru balapan pertama musim ini. Kalender balapan panjang dan mencakup berbagai sirkuit. "Baru setelah beberapa balapan berikutnya kami akan memiliki gambaran yang jelas tentang posisi kami dibandingkan dengan para pesaing," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang