Ducati menanggapi rumor mengenai masa depan manajer tim Davide Tardozzi, yang disebut-sebut akan hengkang pada akhir musim depan. Rumor ini menyeruak setelah Gazzetta.it memberitakan adanya “rumor internal” yang menyebut hubungan Tardozzi dengan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, tengah merenggang. Isu tersebut dikaitkan dengan komentar Tardozzi selama MotoGP 2025, ketika ia menilai tim terlambat memahami kebutuhan teknis Francesco Bagnaia. General Manager Ducati Corse Luigi Dall'igna. Nama pebalap penguji Ducati Michele Pirro, manajer tim Pramac Gino Borsoi, serta mantan manajer Pramac dan KTM Giacomo Guidotti sempat disebut sebagai kandidat pengganti. Jelang acara perayaan akhir tahun “Campioni in Festa”, Ducati mengunggah foto Tardozzi dan Dall’Igna dalam pose seolah tengah berselisih, lalu disusul foto keduanya tertawa bersama. Tardozzi yang kini berusia 66 tahun, menegaskan bahwa isu tersebut sama sekali tidak benar. “Rumor ini konyol dan tidak berdasar. Saya tahu hubungan saya dengan Gigi Dall’Igna, Mauro Grassilli, dan Claudio Domenicali,” ujar Tardozzi, dikutip dari Crash, Senin (22/12/2025). “Kami justru tersenyum saat rumor ini muncul. Tidak ada ‘rumor internal’ seperti yang disebutkan. Hubungan saya dengan Ducati sepenuhnya solid,” ujarnya. Sejak pensiun sebagai pebalap pada 1992, Tardozzi menjadi figur penting dalam struktur manajemen Ducati, baik di WorldSBK maupun MotoGP. Ia hanya sempat meninggalkan pabrikan Italia tersebut pada 2010 ketika bergabung singkat dengan proyek WorldSBK BMW, sebelum akhirnya kembali ke Ducati dan kini memimpin tim pabrikan di MotoGP. Di bawah perannya, Ducati meraih gelar dunia bersama Francesco Bagnaia pada 2022 dan 2023, Jorge Martin bersama Pramac Ducati pada 2024, serta Marc Marquez pada 2025. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang