Masa depan Marc Marquez bersama Ducati memang belum diumumkan secara resmi. Namun, negosiasi antara kedua pihak disebut sudah mendekati kata sepakat. Belum adanya pengumuman perpanjangan kontrak ini disebut bukan tanpa alasan. Salah satunya terkait “Pacto de la Concordia”, yakni kesepakatan antara tim dan Liberty Media yang mengatur aspek komersial MotoGP, termasuk soal struktur gaji pebalap. Selain itu, Marquez juga diyakini masih membahas detail kontrak barunya, yang disebut-sebut menggunakan skema 1+1 dengan nilai bayaran lebih tinggi. Saat ini, bursa transfer pebalap MotoGP memang masih relatif stagnan. Belum banyak pergerakan resmi untuk musim depan, meski sejumlah kesepakatan diyakini sudah hampir rampung, termasuk antara Marquez dan Ducati. Kendati demikian, meski akan mendapat kenaikan gaji, Marquez bukan pebalap dengan bayaran tertinggi di MotoGP. Dikutip dari motosan.es, Kamis (16/4/2026), posisi tersebut saat ini dikaitkan dengan Fabio Quartararo. Pebalap asal Perancis itu dikabarkan bakal pindah ke Honda mulai 2027, dengan nilai kontrak yang besar. Langkah Honda ini tak lepas dari upaya mereka untuk kembali kompetitif. Secara performa, motor Honda mulai menunjukkan peningkatan, terutama dari sisi kecepatan maksimum yang mencapai 346,47 km/jam, lebih baik dibanding Yamaha yang berada di angka 342 km/jam. Yamaha berencana mengamankan Fabio Quartararo untuk MotoGP 2027 Tak hanya Quartararo, Honda juga dikabarkan akan menduetkannya dengan pebalap muda David Alonso yang saat ini berlaga di Moto2. Meski berstatus rookie, Alonso disebut juga meminta nilai kontrak yang tidak kecil. Artinya, Honda siap menggelontorkan dana besar untuk membangun ulang kekuatan tim. Sementara itu, Marquez disebut berpeluang mendapatkan gaji hingga hampir 15 juta euro (sekitar Rp 300 miliar) per tahun dari Ducati. Angka ini melonjak jauh dibanding musim 2025 saat ia menjadi juara dunia, dengan bayaran sekitar 3 juta euro (sekitar Rp 60 miliar) di luar bonus. Meski begitu, nilai tersebut masih berpotensi kalah dari tawaran Honda kepada Quartararo. Honda Racing Corporation (HRC) memang tengah mencari sosok besar untuk mengangkat kembali performa tim, setelah kepergian Marquez yang sebelumnya menjadi pukulan bagi mereka. Bukan kali pertama Honda menawarkan kontrak fantastis. Pada 2020, pabrikan asal Jepang itu bahkan sempat mengajukan kontrak senilai 100 juta euro (sekitar Rp 2 triliun) untuk empat musim kepada Marquez. Namun, kontrak tersebut akhirnya tidak berlanjut setelah Marquez memilih hengkang ke Gresini Ducati pada 2024. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang