Ducati MX Team Indonesia menunjukkan performa kompetitif pada FMSCT Thailand Motocross 2026 Round 6 yang berlangsung di Prachin Buri, Minggu (26/4). Meski dihadapkan pada berbagai tantangan sejak awal balapan, dua pembalap andalan tim, Diva Ismayana dan M Zidane, tetap mampu membawa pulang hasil yang cukup solid. Perhatian utama tertuju pada Diva Ismayana yang menjalani balapan perdananya setelah absen cukup lama akibat cedera dislokasi bahu. Insiden tersebut terjadi di putaran pertama dan memaksanya menepi selama empat seri untuk fokus pada proses pemulihan. Kembalinya Diva ke lintasan bukan sekadar formalitas. Pembalap asal Bali itu langsung tampil kompetitif sejak awal lomba. Meski memulai balapan dari posisi ketujuh, ia mampu menjaga ritme dan tampil agresif dalam setiap lap. Secara bertahap, Diva mulai mengikis jarak dengan para pembalap di depannya. Manuver demi manuver berhasil dilakukan dengan rapi, memanfaatkan performa Ducati Desmo450 MX yang tampil cukup stabil sepanjang balapan. Upaya tersebut berbuah hasil saat ia berhasil menembus posisi tiga besar. Meski sempat mencoba mendekati dua pembalap terdepan, gap yang sudah terbentuk membuatnya harus puas finis di posisi ketiga. Hasil ini tetap menjadi pencapaian penting, mengingat kondisi fisiknya yang baru saja pulih. Podium di Thailand sekaligus menjadi sinyal bahwa Diva masih kompetitif dan mampu bersaing di level atas. “Saya sangat bersyukur bisa kembali balapan di Thailand dan langsung naik podium. Perjalanan saat pemulihan tidak mudah, jadi hasil ini terasa sangat spesial. Terima kasih untuk tim yang terus mendukung saya sampai kembali kompetitif,” ujar Diva. Sementara itu, M Zidane menghadapi jalannya balapan yang jauh lebih kompleks. Pembalap bernomor start 404 itu mengalami insiden di tikungan awal setelah ditabrak rider lokal, yang menyebabkan motornya mengalami kerusakan. Insiden tersebut membuat Zidane harus memulai kembali dari posisi paling belakang. Situasi ini jelas tidak ideal, terutama dalam balapan dengan durasi 25 menit ditambah dua lap yang menuntut konsistensi tinggi. Namun, alih-alih kehilangan fokus, Zidane justru menunjukkan mental bertarung yang kuat. Ia mulai mengejar satu per satu pembalap di depannya, memaksimalkan setiap peluang yang ada sepanjang lomba. Progresnya terlihat signifikan hingga akhirnya mampu menembus posisi 10 besar saat menyentuh garis finis. Hasil ini memang belum sepenuhnya ideal, tetapi cukup menggambarkan daya juang yang ditunjukkan sepanjang balapan. “Saya sempat kehilangan banyak waktu setelah insiden di awal balapan, tetapi saya memilih tetap fokus dan terus menekan sampai akhir. Hasil ini memang belum ideal, tapi perjuangan tim hari ini luar biasa,” kata Zidane. Dari sisi klasemen sementara, Diva kini mengoleksi 15 poin dan berada di posisi ke-14. Sementara Zidane mengumpulkan total 38 poin yang menempatkannya di posisi ke-10. Team Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, menilai performa kedua pembalap sudah mencerminkan karakter tim yang tidak mudah menyerah. Ia menyoroti comeback Diva sebagai salah satu momen penting dalam balapan kali ini. “Kami bangga dengan performa kedua rider hari ini. Diva menunjukkan comeback luar biasa dengan meraih podium ketiga, sementara Zidane memperlihatkan mental fighter usai insiden. Ini hasil yang menunjukkan karakter kuat tim kami,” ujar Johny. Di sisi lain, Team Principal Jimmy Budhijanto mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi, terutama terkait performa di sesi kualifikasi. Ia menyebut kendala teknis yang terjadi sebelumnya membuat posisi start kedua pembalap menjadi kurang ideal. Menurutnya, posisi start yang tidak strategis memberi dampak cukup besar terhadap jalannya balapan. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kerja tim secara keseluruhan dan optimistis performa bisa ditingkatkan di putaran berikutnya. “Kami akan terus belajar dari putaran ini dan melakukan evaluasi agar ke depannya bisa tampil lebih baik,” pungkas Jimmy.