Mobil berpenggerak depan atau front wheel drive (FWD) menjadi pilihan banyak pabrikan karena menawarkan efisiensi ruang, bobot yang lebih ringan, dan konsumsi bahan bakar yang lebih baik. Namun di balik keunggulan tersebut, sistem ini memiliki konsekuensi, yakni komponen kaki-kaki cenderung bekerja lebih berat dibanding mobil berpenggerak belakang (rear wheel drive atau RWD). Tak heran jika banyak pemilik mobil FWD mengeluhkan kerusakan kaki-kaki yang muncul lebih cepat, mulai dari bunyi saat berbelok hingga komponen as roda yang aus. Ilustrasi melepas roda mobil Menurut Nurdin Supriyadi, Kepala Bengkel YPS Tanah Baru, yang merupakan spesialis kaki-kaki di Depok, anggapan tersebut memang ada benarnya. "Mobil dengan penggerak depan memang cenderung lebih sering mengalami masalah pada kaki-kakinya dibandingkan dengan mobil dengan penggerak belakang," ujar Nurdin kepada Kompas.com belum lama ini. Mendeteksi kerusakan kaki-kaki mobil lewat bunyi As roda bekerja lebih berat Nurdin menjelaskan, pada mobil FWD, as roda memiliki tugas ganda. Selain menyalurkan tenaga mesin ke roda, komponen tersebut juga harus mengikuti arah putaran roda saat kendaraan berbelok. Kondisi itu membuat as roda bekerja lebih aktif dan menerima beban yang lebih besar dibanding sistem penggerak belakang. Akibatnya, tingkat keausan komponen pun lebih cepat. Salah satu gejala yang paling sering muncul adalah bunyi "tek-tek-tek" ketika mobil dibelokkan tajam. kaki mobil sebelum mudik Lebaran "Suara ini biasanya muncul saat setir dibelokkan tajam, namun akan hilang saat posisi roda kembali lurus. Suara tersebut terdengar seperti logam berbenturan," kata Nurdin. Menurut dia, bunyi tersebut umumnya menjadi indikasi adanya kerusakan pada CV joint (constant velocity joint) atau karet pelindungnya yang sudah robek sehingga pelumas keluar dan komponen lebih cepat aus. Pergantian oli gardan mobil setiap 10 ribu kilometer Mobil RWD lebih sederhana Berbeda dengan FWD, sistem penggerak pada mobil RWD tidak mengharuskan as roda ikut bergerak mengikuti arah kemudi. As roda belakang hanya bertugas menyalurkan tenaga ke roda tanpa harus berbelok. Wakil Kepala Bengkel Jayanti Depok, Kurniawan, mengatakan desain tersebut membuat beban kerja komponen penggerak belakang menjadi lebih ringan. "As roda pada mobil RWD berbentuk lurus dan tetap, sehingga kerjanya lebih ringan dan umur pakainya pun lebih panjang," ujar Kurniawan kepada Kompas.com beberapa waktu lalu. Ajip Suspension, spesialis kaki-kaki mobil di Bogor Meski demikian, bukan berarti mobil RWD terbebas dari masalah kaki-kaki. Menurut Kurniawan, komponen lain seperti bushing, ball joint, tie rod, maupun shockbreaker tetap dapat mengalami keausan seiring usia dan pemakaian kendaraan. Karena itu, baik mobil FWD maupun RWD tetap membutuhkan pemeriksaan kaki-kaki secara berkala. Perawatan rutin dapat membantu mendeteksi kerusakan sejak dini sehingga tidak merembet ke komponen lain dan menjaga kenyamanan serta keselamatan selama berkendara.