Media sosial kini menjadi salah satu tempat yang sering digunakan pemilik kendaraan untuk mencari rekomendasi bengkel. Beragam konten perbaikan mobil dengan tampilan menarik pun mudah ditemukan. Namun, Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif UMKM Indonesia (PBOIN) Hermas Efendi Prabowo mengingatkan bahwa konten yang menarik tidak serta-merta menjadi bukti bahwa sebuah bengkel memiliki kompetensi yang baik. Menurut dia, konsumen perlu melihat lebih jauh mengenai tingkat keberhasilan bengkel dalam menyelesaikan masalah kendaraan. "Sekarang ini kan zaman media sosial, memang semua orang bisa membuat konten-konten yang menarik, yang memikat orang, yang bagus, tetapi persoalannya yang juga harus didalami adalah apakah konten-konten yang ditampilkan itu," ujar Hermas, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Pastikan Perbaikan Tuntas Hermas mengatakan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah apakah kendaraan yang menjadi materi konten benar-benar berhasil diperbaiki sampai tuntas. Konten proses pembongkaran atau perbaikan, menurut dia, belum cukup untuk menunjukkan kualitas pekerjaan sebuah bengkel. Bengkel mobil Eropa New Benefit Auto Service di Bogor "Selain masalah yang ditampilkan, apakah juga mobil yang diperbaiki itu benar-benar tuntas atau tidak. Kalau banyak mobil yang dikontenkan, tetapi masalahnya tidak tuntas kan kemudian menjadi pertanyaan juga, apakah ini benar-benar kompeten atau tidak," kata Hermas. Karena itu, konsumen perlu menggali informasi lebih jauh mengenai rekam jejak bengkel sebelum menyerahkan kendaraan untuk diperbaiki. Tingkat keberhasilan dalam menyelesaikan berbagai kasus dapat menjadi indikator yang lebih penting dibandingkan sekadar tampilan konten di media sosial. Ulasan Google Jangan Menjadi Patokan Selain media sosial, banyak konsumen menggunakan ulasan di Google Maps untuk menentukan bengkel pilihan. Namun, Hermas menilai ulasan tersebut juga tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan. "Kalau ulasan seperti yang ada di Google Maps misalnya, memang agak tidak bisa dijadikan dasar yang kuat untuk mengambil keputusan juga. Kenapa? Karena ulasan itu kan dalam beberapa kasus kadang juga bisa diciptakan baik atau tidaknya," ujar Hermas. Bengkel spesialis mobil matik Worner Matic. Menurut dia, konsumen perlu membedakan ulasan yang benar-benar berasal dari pengalaman pelanggan dengan penilaian yang dibuat untuk membentuk citra tertentu. "Apalagi zaman sekarang yang semua bisa dibeli, tetapi ulasan-ulasan yang sifatnya organik. Organik itu artinya memang murni dari pelanggan, dan memberikan penilaian yang objektif, tentu itu baik," kata Hermas. Cari Informasi dari Berbagai Sumber Dalam menentukan bengkel, pemilik kendaraan sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi. Rekomendasi dari komunitas, teman, atau pelanggan yang pernah menggunakan jasa bengkel dapat menjadi bahan pertimbangan tambahan. Bengkel spesialis mobil matik Worner Matic. Meski begitu, informasi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan jenis kendaraan dan masalah yang sedang dialami. Sebab, bengkel yang berhasil menangani satu jenis kerusakan belum tentu memiliki kemampuan yang sama untuk menyelesaikan persoalan lain. Pemilik mobil juga dapat mencoba berkomunikasi langsung dengan pihak bengkel untuk menilai pemahaman mereka terhadap masalah kendaraan. Dengan cara tersebut, keputusan memilih bengkel tidak hanya didasarkan pada popularitas di media sosial atau jumlah ulasan positif yang terlihat di internet.