— Produsen ban asal China, Sailun, berusaha meningkatkan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk ban yang diproduksi di Indonesia. PCR/TBR Director PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, mengatakan penggunaan bahan baku lokal menjadi bagian penting dari strategi Sailun dalam memenuhi kebutuhan industri otomotif nasional. “Apakah Sailun akan menggunakan konten lokal? Pasti Sailun akan menggunakannya. Kami akan terus melakukannya karena saat ini harus memenuhi kebutuhan industri, yang menuntut peningkatan penggunaan bahan baku lokal,” kata Eko di Demak, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. Pabrik ban Sailun di Demak, Jawa Tengah. Menurut Eko, pemanfaatan bahan baku lokal tidak hanya terbatas pada karet. Sailun juga mulai menggunakan berbagai material lain yang tersedia di dalam negeri. "Penggunaan bahan baku tersebut tidak hanya dari karet. Bahan baku lain di Indonesia juga akan dimanfaatkan. Secepatnya kami akan menggunakan bahan baku lokal. Beberapa sudah diterapkan, seperti penggunaan benang dan kawat," ujar Eko. Meski demikian, penggunaan karet lokal masih dalam tahap evaluasi. Sailun ingin memastikan kualitas bahan baku sesuai dengan standar produk yang akan dihasilkan. "Untuk saat ini, penggunaan karet masih terus dievaluasi agar sesuai dengan tingkat kualitas yang akan kami produksi," kata Eko. Lebuh lanjut, Sailun juga membuka peluang untuk membangun fasilitas pendukung secara mandiri, termasuk rencana pengembangan sumber bahan baku sendiri. "Kami sudah memiliki rencana. Implementasinya bergantung pada situasi. Jika nantinya dibutuhkan untuk membuat perkebunan karet guna memenuhi kebutuhan sendiri. Sebenarnya ini tidak mudah," ucap Eko. Eko menjelaskan, rencana tersebut tetap harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah. "Misalnya kita membuat kebun. Tapi pemerintah bilang bahwa kebun kami (punya pemerintah) sudah banyak. Akhirnya kita menggunakan pekerjaan dari pemerintah," katanya. Terkait nilai pasti TKDN, Eko menyebut saat ini Sailun masih dalam tahap awal operasional sehingga tingkat kandungan lokal masih terus dijajaki. Kisaran harga ban Sailun "Untuk tingkat TKDN, saat ini masih dalam tahap penjajakan dan disesuaikan dengan kapasitas produksi, karena operasional baru dimulai," ujar Eko. Untuk diketahui, pada tahap awal pabrik Sailun di Demak memiliki kapasitas produksi hingga 3 juta ban mobil penumpang (PCR), 600.000 ban truk (TBR), serta 37.000 ton ban off the road (OTR) per tahun. Saat ini, Sailun memasarkan berbagai produk ban, mulai dari ban radial mobil penumpang, ban radial truk, ban OTR, ban dalam, hingga flap. Selain merek Sailun, perusahaan juga menghadirkan merek lain di bawah naungan Sailun Group, yakni RoadX, Blackhawk, dan Maxam. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang