Kenaikan harga BBM kerap membuat sebagian pemilik kendaraan mempertimbangkan penggunaan BBM dengan angka Research Octane Number (RON) yang lebih rendah demi menghemat biaya operasional. Padahal, penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan justru berpotensi menurunkan performa mesin hingga meningkatkan konsumsi bahan bakar dalam jangka panjang. Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan menghadapi kondisi tersebut, pemilik kendaraan tetap disarankan menggunakan BBM dengan nilai RON sesuai spesifikasi mesin. Test ride Suzuki Access 125 "Menghadapi kenaikan harga BBM, saran saya tetap gunakan BBM dengan nilai RON yang sesuai, namun tentunya kita harus juga meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan seperti memperhatikan jalur-jarak tempuh, gaya berkendara, tingkat urgensi penggunaan, menggunakan kendaraan dengan fuel consumption yang irit, sampai dengan membiasakan berkendara dalam pengoperasian range econo,” kata Victor baru-baru ini. Selain menjaga efisiensi, penggunaan BBM dengan RON yang tepat juga berperan dalam menjaga kondisi mesin tetap optimal. "Penggunaan BBM dengan dengan nilai RON yang sesuai akan membuat kendaraan berada pada performa mesin yang optimal dan dapat menjaga kebersihan komponen-komponen di ruang bakar dari residu sisa pembakaran yang tidak sempurna,” ucap Victor. Sebaliknya, jika pemilik kendaraan memilih menggunakan BBM dengan nilai RON di bawah rekomendasi pabrikan, ada sejumlah dampak yang dapat muncul, mulai dari penurunan performa hingga gangguan pada proses pembakaran. "Kalau turun RON akan dapat berakibat kepada turunnya performa, efek negatif pada mesin, fuel consumption serta suara mengelitik atau knocking,” katanya. Karena itu, untuk menekan biaya operasional, pemilik kendaraan disarankan mengutamakan efisiensi berkendara tanpa mengurangi kualitas BBM yang digunakan.