PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku 4 Mei 2026. Salah satu yang mengalami kenaikan adalah Pertamax Turbo, dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter. Kenaikan ini membuat pemilik kendaraan bermesin turbo dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah, terutama dalam menentukan jenis bahan bakar yang tetap sesuai spesifikasi. Berbeda dengan mesin konvensional, mesin turbo memiliki karakter kerja dengan tekanan dan temperatur yang lebih tinggi. Kondisi ini membuatnya lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar yang digunakan. Honda berikan pembaruan pada sedan New Civic Turbo, Kamis (21/2/2019) Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, menegaskan bahwa penggunaan bahan bakar pada mesin turbo tidak bisa sembarangan. “Mesin turbo itu lebih sensitif, jadi sebaiknya tetap menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan,” ujar Jayan kepada Kompas.com, Senin (4/5/2026). Ia menjelaskan, penggunaan bahan bakar dengan oktan yang tidak sesuai dapat memicu masalah pada proses pembakaran di dalam mesin. “Karena bekerja pada tekanan dan temperatur tinggi, mesin turbo rentan mengalami knocking kalau oktan bahan bakarnya tidak sesuai,” kata dia. Gejala knocking atau ngelitik ini terjadi akibat pembakaran yang tidak terkendali di dalam ruang mesin. Dalam jangka pendek, kondisi ini bisa menurunkan performa dan membuat tenaga tidak keluar secara optimal. Namun, jika dibiarkan, knocking juga berpotensi merusak komponen mesin, seperti piston dan dinding silinder, yang pada akhirnya berdampak pada umur pakai mesin. Meski harga BBM mengalami penyesuaian, pemilik kendaraan bermesin turbo tetap disarankan untuk mengikuti spesifikasi bahan bakar yang dianjurkan pabrikan. Selain menjaga performa, langkah ini juga penting untuk menghindari risiko kerusakan mesin dalam jangka panjang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang