Geely EX2 menjadi salah satu mobil listrik yang paling banyak menarik rasa penasaran pengunjung GJAW 2025. Selain karena harganya yang cukup terjangkau untuk kelas EV ringkas, desainnya yang modern dan proporsional juga membuat banyak pengunjung ingin melihat lebih dekat. Kompas.com pun berkesempatan menjajal unit Geely EX2 di area test drive GJAW 2025 untuk mendapatkan gambaran awal seperti apa karakter hatchback listrik ini. Lintasan uji hanya berada di area belakang gedung ICE BSD karena unit belum memiliki pelat nomor. Pengalaman singkat tersebut tetap cukup untuk merasakan kenyamanan suspensi, impresi akselerasi, serta kelincahan mobil yang memang dirancang untuk penggunaan urban. Begitu masuk kabin, suasana terasa lega dan modern. Geely tampaknya cukup serius merancang interior EX2 agar terasa nyaman meski ukurannya ringkas. Kursinya empuk, posisi duduk ergonomis, dan visibilitas cukup luas. Interior Geely EX2 Panel digital dan layar tengah besar membuat kesan kabin semakin futuristis, sementara desain wraparound cabin memberikan sensasi membungkus pengemudi tanpa membuat sempit. Saat mobil mulai bergerak, karakter suspensinya langsung terasa. Kombinasi McPherson di depan dan multi-link di belakang membuat EX2 mampu meredam kontur jalan paving block yang tidak rata dengan baik. Guncangan kecil tidak terasa mengganggu, sementara bodinya juga tidak terasa limbung ketika berbelok atau putar balik. Namun, karena setting suspensi cenderung nyaman, sedikit gejala “mengayun” masih bisa muncul saat melewati gelombang yang lebih besar. Geely EX2 Unit yang dites menggunakan penggerak roda belakang (RWD), dan terasa sekali efeknya pada kelincahan mobil. Radius putarnya hanya sekitar 4,95 meter, sehingga manuver U-turn dan berbelok tajam di area sempit menjadi sangat mudah. Mobil terasa gesit tanpa kehilangan kendali, cocok untuk penggunaan harian. Meski demikian, bagi sebagian pengemudi yang belum terbiasa, karakter dorong dari belakang mungkin memerlukan sedikit adaptasi di manuver kecepatan tinggi. Akselerasinya cukup responsif untuk stop-and-go, berkat tenaga motor listrik PMSM sekitar 85 kW atau 114 tk. Dorongannya terasa pas dan tidak mengagetkan, tetapi untuk yang mengharapkan performa meledak khas EV bertenaga besar, respons EX2 mungkin terasa lebih moderat. Untuk kebutuhan harian di kota, karakter powertrain ini sudah memadai. Baterainya mampu menempuh jarak hingga 395 km menurut klaim NEDC, dengan pengisian cepat dari 30 persen ke 80 persen sekitar 25 menit. Namun perlu diingat, standar NEDC umumnya menghasilkan angka konsumsi yang lebih optimistis dibanding kondisi riil. Selain performa, EX2 dibekali fitur keamanan yang cukup lengkap seperti kamera 540 derajat, blind spot detection, hingga pengereman otomatis. Fitur ini membantu meningkatkan rasa aman, terutama saat parkir atau melintas di area padat. Hanya saja, beberapa fitur ADAS terkadang terasa cukup sensitif dan berpotensi mengintervensi lebih cepat dari yang diperkirakan, terutama dalam ruang sempit. Ruang penyimpanan juga melimpah untuk ukuran mobil ringkas, termasuk bagasi 70 liter di bagian depan. Ini menjadi nilai tambah, meski bagasi belakangnya tidak sebesar SUV dan bisa terasa terbatas saat membawa banyak barang. Dari sesi singkat ini, EX2 menunjukkan karakter yang sesuai untuk pengguna urban: lincah, nyaman, praktis, dan modern. Namun tetap ada beberapa catatan seperti akurasi jarak tempuh, respons tenaga yang tidak seekstrem EV performa tinggi, serta bagasi yang tidak terlalu besar. Untuk gambaran lebih lengkap mengenai konsumsi daya, kenyamanan perjalanan jarak jauh, dan performa di berbagai kondisi, tentu diperlukan pengujian lebih lama. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang