Selama empat hari dan menempuh perjalanan lebih dari 1.000 kilometer (km) dari Jakarta menuju Bali, DFSK E5 Plus berhasil membuktikan performa serta sejumlah aspek lain yang ditawarkan. Mobil bergenre sport utility vehicle (SUV) 7-seater dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV) yang menjadi andalan baru PT Sokonindo Automobile untuk kembali bermain di segmen passenger car ini berhasil menuntaskan road trip tanpa kendala. Tak hanya itu, perjalanan ini juga sekaligus menjadi ajang DFSK memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi konsep N.I.C.E. (New Energy Long Range, Intelligent Safety, Comfort Family Space, Exciting Driving Experience) yang diusung pada E5 Plus. Eksterior Bicara soal kesan pertama, tentu mengarah pada sisi eksterior. Jujur, tampilan DFSK E5 Plus memang terlihat futuristik dengan lekukan yang tidak berlebihan sehingga memberikan kesan lebih elegan. DFSK E5 Plus Menariknya, bumper depan dibuat tertutup layaknya mobil listrik murni yang dipadukan dengan lampu utama mengikuti lekukan bodi serta memberikan kesan clean. Demikian juga bagian belakang, dibuat minimalis tanpa ada kesan yang terlalu menonjol. Sementara sektor samping, guratan bodi dibuat sedikit bold untuk mengimbangi proporsi bodi boxy ala SUV 7-seater. Sedangkan kaki-kaki dibuat padat dengan pelek berdimensi 19 inci. Kenyamanan ala Family Space Berisikan empat penumpang, perjalanan road trip yang dikemas dalam media journey dimulai dari DFSK Pondok Indah, Jakarta Selatan, dengan posisi bensin dan baterai yang sudah terisi penuh. Kesan mewah menjadi pemandangan utama yang diberikan DFSK pada E5 Plus. Hal ini ditampilkan melalui kombinasi warna, layout dasbor, serta fitur-fitur yang disediakan. Interior DFSK E5 Plus Dasbor menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Tata letaknya dibuat sederhana dan minim tombol fisik karena hampir rata-rata pengoperasian fitur dan sejumlah fungsi berada pada layar LCD berdimensi 15,6 inci. Meski modern dan memiliki tampilan minimalis, penggunaan layar sebagai pusat pengoperasian membuat pengemudi perlu membiasakan diri ketika ingin mengakses sejumlah fitur. Terutama untuk fungsi yang tidak memiliki tombol fisik khusus. Urusan kelapangan tidak perlu diperdebatkan. Baris pertama dan kedua tidak ada keluhan soal ruang kepala dan kaki untuk rata-rata dimensi orang dewasa Indonesia. Apalagi jok baris kedua mengusung konsep captain seat yang memudahkan akses penumpang. Menambah kesan mewah, panoramic sunroof sudah terbentang dan saat dibuka dapat dinikmati penumpang hingga baris kedua. Interior DFSK E5 Plus Perjalanan jarak jauh makin dimanjakan dengan adanya ventilated seat di baris pertama dan kedua. Selain itu, pengemudi juga bisa lebih fokus lantaran beragam fitur dan fungsi sudah tersaji pada lingkar kemudi berbentuk flat-bottom. Intinya, konsep Comfort Family Space benar-benar disajikan DFSK pada E5 Plus. Apalagi penumpang juga dibuat tidak mudah bosan dengan adanya monitor roof 15,6 inci yang siap menemani perjalanan. Driving Experience Bagi saya, ini menjadi pengalaman pertama mengendarai E5 Plus. Namun begitu masuk, tak perlu waktu lama untuk beradaptasi. Kemudahan pengaturan posisi berkendara yang nyaman bisa dicapai berkat tilt and telescopic steering serta jok elektrik. Tekan rem, masukkan transmisi ke posisi D pada tuas di sebelah kanan kemudi, E5 Plus mulai berjalan lembut saat pedal rem dilepas. Mode cerdas menjadi pilihan pertama yang dapat mengatur kebutuhan daya secara otomatis dari baterai dan mesin bensin. DFSK E5 Plus Begitu memasuki jalan tol menuju Surabaya dan kecepatan sedikit ditingkatkan, mulai terasa transisi peralihan mode kendaraan dari listrik ke mesin bensin 1.500 cc yang digunakan. Meski demikian, prosesnya masih berjalan halus. Namun, kondisi sedikit berbeda ketika pedal gas di-kickdown dalam waktu yang lama serta menggunakan mode Eco. Raungan mesin lebih terasa karena putaran mesin (RPM) yang meningkat. Sebagai catatan, meski diklaim jarak tempuh dengan mode EV yang mengandalkan daya baterai bisa mencapai 140 km berdasarkan pengujian NEDC, saat pengetesan, pada jarak 129 km dengan persentase baterai yang sudah berada di bawah 20 persen, sistem langsung beralih ke mode hybrid. Usut punya usut, ternyata memang ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil jarak tempuh pada mode EV, yakni gaya berkendara, termasuk kecepatan, kondisi eksternal, dan lainnya. Mesin DFSK E5 Plus Hal yang paling menarik, meski menggunakan mesin non-turbo, putaran bawah E5 Plus dengan bodi boxy tetap responsif. Sementara ketika menjajal berlari lebih cepat di atas 120 kpj, tenaga yang diberikan juga masih terasa padat. Soal suspensi, jujur memang terasa lembut untuk sebuah SUV. Kondisi ini membuat E5 Plus terasa mengayun, apalagi saat melibas beberapa permukaan tidak rata atau bumpy di jalan tol. Untungnya, ada dukungan pelek 19 inci serta teknologi Frequency Selective Damping (FSD) pada suspensi yang dapat menyesuaikan tingkat kekakuan berdasarkan frekuensi getaran yang diterima. “FSD cara kerjanya diatur secara mekanis, bukan elektrik seperti air suspension. Katup absorber bukan hanya bisa membuka dan menutup jalur oli suspensi, tetapi juga bisa membuka lebih besar atau lebih kecil, sesuai dengan jalan yang dilewati. Alhasil, berkendara pun bisa lebih nyaman dan stabil,” ujar Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra, kepada media di Bali, Kamis (24/9/2026). DFSK E5 Plus Alhasil, walau sedikit memengaruhi handling, efeknya membuat pengemudi tidak cepat merasa lelah dalam perjalanan jarak jauh. Bila mengacu pada konsep Exciting Driving Experience, DFSK E5 Plus masih dalam kategori toleransi. Fitur dan Intelligent Safety Bermain di segmen SUV premium, E5 Plus juga punya modal kuat. Tak hanya soal kenyamanan dan performa, tetapi juga sajian teknologi serta fitur keamanan yang diusung pada konsep Intelligent Safety. Selain perangkat standar seperti airbag, DFSK melengkapi E5 Plus dengan 18 fitur keamanan dan asistensi pada teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang fungsinya didukung kamera 360 derajat, puluhan sensor, serta lima radar gelombang milimeter. Beberapa fitur menarik yang sempat dirasakan langsung, salah satunya adalah Automatic Parking Assist (APA) yang dapat membantu pengemudi memarkirkan E5 Plus secara otomatis dengan presisi. Selain itu, ada juga V2L untuk menyuplai kebutuhan listrik saat beraktivitas di luar ruang. DFSK E5 Plus Efisiensi New Energy Long Range Total perjalanan dari Jakarta menuju Bali yang ditempuh rombongan sejauh lebih dari 1.000 km bisa dilewati E5 Plus tanpa kendala. Performa yang ditawarkan bisa dibilang cukup menarik sebagai SUV keluarga. Lantas, bagaimana dengan konsumsi bahan bakar? Melihat hasil akhir di MID dengan mode berkendara perpaduan Eco dan Normal, serta pilihan mode kendaraan kombinasi antara listrik murni dan cerdas selama perjalanan, rata-rata unit yang saya gunakan mendapatkan angka 6,5 liter per 100 km, atau sekitar 15,3 kilometer per liter (kpl). Hasil tersebut didapat dengan satu kali pengisian ulang untuk daya baterai ketika singgah di Surabaya. DFSK E5 Plus Secara keseluruhan, mungkin soal konsumsi BBM yang didapat bukan yang terbaik. Namun, mengingat medan serta rute yang ditempuh dalam perjalanan cukup bervariasi, terutama ketika menuju Banyuwangi dan setelah sandar di Gilimanuk mengarah ke Denpasar, rasanya konsep New Energy Long Range yang diusung sudah bisa dibuktikan. Kesimpulan Sebagai pendatang baru, DFSK E5 Plus cukup menarik untuk direkomendasikan sebagai salah satu pilihan SUV keluarga berteknologi PHEV. Apalagi dengan harga OTR Jakarta Rp 499 juta, mobil ini cukup kompetitif dengan para rivalnya. Namun, selain sisi positif, ada beberapa catatan yang mungkin ke depannya bisa ditingkatkan. Pertama dari segi kenyamanan kabin, sebaiknya ventilasi AC diperbanyak atau letaknya diubah menjadi di atap atau pilar samping agar penumpang baris kedua dan ketiga bisa lebih nyaman saat berkendara dalam kondisi cuaca panas. Keberadaan ventilasi AC di konsol tengah dengan posisi yang terlalu bawah membuat penumpang baris kedua kurang maksimal merasakan kesejukan. Terlebih, pada baris ketiga ternyata juga tidak memiliki ventilasi AC. DFSK E5 Plus Selain itu, keberadaan tombol fisik untuk beberapa pengaturan fitur, seperti mode berkendara dan pengaturan spion, sebaiknya dapat disediakan. Hal ini untuk mempermudah akses pengemudi saat akan menggunakannya.