Keselamatan sepeda motor tidak hanya berkaitan dengan cara berkendara, tetapi juga standar keselamatan yang dimiliki kendaraan. Karena itu, sepeda motor yang beredar di Indonesia perlu dipastikan memenuhi standar keselamatan minimum yang berlaku secara internasional. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Indonesian Road Safety Rating (IDRS) melalui Indonesian Motorcycle Assessment Program (ID-MAP). ID-MAP akan memperbarui dan mengembangkan protokol asesmen untuk menguji keselamatan sepeda motor yang beredar di Indonesia. Test ride Suzuki Satria Pro Sederhananya, protokol tersebut merupakan metode atau aturan yang digunakan untuk menilai seberapa aman sebuah sepeda motor. Pembaruan dilakukan agar metode pengujian tetap sesuai dengan perkembangan teknologi sepeda motor dan kondisi lalu lintas di Indonesia. Langkah tersebut juga mengacu pada Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) Pilar Ketiga, yang membahas kendaraan yang laik jalan. Dalam rencana tersebut, Indonesia menargetkan seluruh kendaraan bermotor yang beredar di Tanah Air telah memenuhi standar uji internasional berbasis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), atau UN Regulation (UNR), pada 2030. Cara benar naik sepeda motor Acuan Dasar Keselamatan Ketua Program IDRS, Adrianto Sugiarto Wiyono, mengatakan UN Regulation menjadi salah satu acuan dasar dalam penerapan standar keselamatan kendaraan di berbagai negara. "UN Regulation adalah standar uji paling mendasar yang didesain sedemikian rupa agar dapat dipenuhi oleh setiap negara anggota PBB. Pendekatan ini selaras dengan prinsip dari PBB yaitu leaving no one behind (LNOB), di mana setiap negara memiliki pijakan minimum yang sama dalam menjamin keselamatan para penggunanya," ujar Rian dalam keterangan resmi, Minggu (30/8/2026). Menurut Rian, pengujian sepeda motor yang saat ini beredar di pasar Indonesia terhadap standar UNR menjadi langkah awal yang penting. Pengujian tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah motor yang digunakan masyarakat sudah memenuhi standar keselamatan minimum yang ditetapkan melalui regulasi PBB. Test ride motor listrik Wedison EdPower di GIIAS 2025. Hasil pengujian kemudian akan digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan protokol asesmen ID-MAP yang lebih komprehensif. Artinya, standar yang digunakan ID-MAP ke depan tidak hanya berhenti pada pertanyaan apakah sepeda motor sudah memenuhi standar minimum UNR atau belum. Standar Keselamatan Rian mengatakan, ID-MAP ingin mendorong standar keselamatan sepeda motor di Indonesia agar dapat melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan dalam regulasi PBB. "Menguji apakah sepeda motor di pasar domestik saat ini memenuhi standar UNR adalah fondasi kita. Namun, protokol asesmen ke depan tidak boleh berhenti hanya sebatas memenuhi standar UNR," katanya. Kita harus melangkah lebih jauh dan menetapkan standar keselamatan yang bahkan lebih tinggi dari regulasi dasar PBB tersebut demi perlindungan maksimal bagi masyarakat Indonesia," ungkap Rian. Kegiatan peluncuran Omo X oleh Omoway yang dilakukan pada Jumat (20/6/2025). Dengan pengembangan protokol tersebut, IDRS ingin mendorong industri otomotif dan pemangku kepentingan transportasi untuk meningkatkan standar keselamatan sepeda motor di Indonesia. Penilaian yang lebih terukur juga diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas mengenai tingkat keselamatan kendaraan kepada masyarakat. IDRS dan ID-MAP Indonesian Road Safety Rating (IDRS) merupakan program pemeringkatan independen untuk sarana dan prasarana transportasi di Indonesia. Hasil penilaian IDRS disajikan dalam bentuk star rating atau tingkat bintang. Sistem tersebut digunakan untuk memberikan gambaran mengenai tingkat keselamatan moda transportasi dan infrastruktur jalan. Sementara itu, Indonesian Motorcycle Assessment Program (ID-MAP) merupakan sub-program IDRS yang secara khusus berfokus pada penilaian dan peningkatan standar keselamatan sepeda motor di Indonesia.