Sistem pengereman menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan tingkat keselamatan sepeda motor. Kemampuan motor untuk berhenti dengan cepat dan tetap stabil ketika melakukan pengereman dapat menjadi faktor penting untuk menghindari kecelakaan. Hal tersebut menjadi perhatian Indonesian Road Safety Rating (IDRS) melalui sub-program Indonesian Motorcycle Assessment Program (ID-MAP). ID-MAP akan memperketat pengujian terhadap fitur pengereman motor yang beredar di pasar Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan protokol penilaian keselamatan motor di Tanah Air. Ketua Program IDRS, Adrianto Sugiarto Wiyono, mengatakan pengembangan protokol pengujian ID-MAP ke depan akan diprioritaskan pada pilar Crash Avoidance. Test ride Alva N3 Next Gen Pilar tersebut berkaitan dengan kemampuan kendaraan untuk mencegah atau menghindari terjadinya tabrakan. Pada sepeda motor, sistem pengereman menjadi salah satu komponen penting dalam aspek tersebut. "Pilar Crash Avoidance memegang peranan paling vital dan memiliki nilai terbesar dalam pemeringkatan keselamatan ID-MAP," katanya akhir pekan lalu. "Fokus utama kami pada pilar ini adalah performa sistem pengereman, di mana efektivitasnya diukur dari jarak berhenti (stopping distance) sepeda motor serta kemampuannya melakukan manuver untuk menghindari potensi tabrakan," katanya. Mengacu Standar PBB Untuk pengujian sistem pengereman, ID-MAP mengacu pada UN Regulation 78 (UNR 78). UNR 78 merupakan regulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara khusus mengatur persyaratan teknis sistem pengereman sepeda motor. Ilustrasi rem motor. Regulasi tersebut menjadi salah satu acuan penting karena pengujian pengereman tidak hanya melihat apakah sebuah sepeda motor bisa berhenti, tetapi juga bagaimana sistem pengereman bekerja dan menjaga kestabilan kendaraan. Cakupan pengujian UNR 78 antara lain berkaitan dengan teknologi pengereman seperti Anti-lock Braking System (ABS) dan Combined Braking System (CBS). Selain itu, pengujian juga mencakup efektivitas jarak berhenti (stopping distance) dalam berbagai kondisi permukaan jalan serta stabilitas sepeda motor ketika melakukan pengereman. Dengan kata lain, fitur pengereman tidak hanya dinilai dari keberadaan teknologi seperti ABS atau CBS, tetapi juga dari performanya ketika digunakan. Motor di Indonesia Akan Jadi Sampel Sebagai bagian dari proses tersebut, ID-MAP akan mengambil sampel motor yang dipasarkan di Indonesia. Test ride Honda Vario Evo 160 Belitung Sampel tersebut kemudian akan diuji untuk melihat kesesuaiannya dengan standar UNR 78. Hasil pengujian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sistem pengereman sepeda motor yang saat ini beredar di pasar domestik. Langkah ini juga penting untuk mengetahui apakah sepeda motor yang dipasarkan di Indonesia secara umum telah memenuhi standar pengereman yang menjadi acuan internasional tersebut. "Dari sampel yang diuji, kami berharap sepeda motor di Indonesia pada umumnya sudah memenuhi standar UNR 78," ujarnya. "Apabila baseline tersebut sudah terpenuhi, maka protokol asesmen ID-MAP ke depan dapat kita naikkan ke tingkat yang lebih tinggi daripada UNR 78. Hal ini bertujuan agar sepeda motor yang dijual kepada masyarakat menjadi semakin aman dan berkeselamatan tinggi di masa mendatang," kata Rian. Tiga Pilar Penilaian Saat ini, ID-MAP memiliki tiga pilar utama dalam menilai keselamatan motor. Ilustrasi memperbaiki rem motor. Pertama, Crash Avoidance, yakni kemampuan sepeda motor untuk menghindari terjadinya tabrakan. Sistem pengereman menjadi salah satu fokus utama dalam pilar ini. Kedua, Visibility and Conspicuity, yang berkaitan dengan kemampuan sepeda motor untuk terlihat oleh pengguna jalan lain. Aspek ini mencakup sistem pencahayaan dan elemen pemantul cahaya pada kendaraan. Ketiga, Support Program, yaitu penilaian terhadap program keselamatan dan perlindungan konsumen yang diberikan oleh pabrikan. Contohnya pemberian helm standar, pelatihan safety riding, serta program edukasi keselamatan lainnya. Dari ketiga pilar tersebut, Crash Avoidance memiliki bobot terbesar dalam pemeringkatan keselamatan ID-MAP. Karena itu, pengujian sistem pengereman menjadi salah satu fokus utama pengembangan protokol ID-MAP.