Logo Hyundai Chief Operating Officer (COO) HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang saat ini dinilai belum ideal untuk ekspansi ke segmen bawah. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Bukan berarti kami tidak mau masuk. Tapi kami melihat timing itu penting. Kalau masuk sekarang, di segmen yang sudah sangat padat, risikonya besar,” ujar Frans di Jakarta, Rabu 15 April 2026. Menurut dia, segmen mobil murah saat ini sudah berada dalam kondisi kompetisi tinggi atau yang kerap disebut sebagai “red ocean”. Banyaknya pemain dengan strategi harga agresif membuat margin keuntungan semakin tipis, baik bagi prinsipal maupun jaringan dealer.Dalam situasi seperti itu, Hyundai memilih fokus pada segmen menengah ke atas, khususnya di kisaran harga Rp 400 juta hingga Rp 600 juta. Di rentang ini, Hyundai merasa masih memiliki ruang untuk menawarkan nilai tambah, mulai dari teknologi, fitur, hingga layanan purna jual.Frans menjelaskan, strategi tersebut juga berkaitan dengan positioning Hyundai sebagai merek yang menawarkan pengalaman berkendara dengan standar layanan lebih tinggi. Artinya, pendekatan yang dilakukan tidak semata mengejar volume penjualan, tetapi juga menjaga kualitas brand dan kepuasan pelanggan.“Kalau kita hanya ikut-ikutan masuk ke segmen murah tanpa perhitungan matang, itu bisa berdampak ke banyak hal, termasuk profitabilitas dealer,” kata dia.Hyundai sendiri menilai dealer sebagai salah satu pilar utama dalam ekosistem bisnis. Karena itu, menjaga kesehatan bisnis dealer menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan, terutama di tengah kondisi pasar yang sedang menantang.Saat ini, pasar otomotif nasional masih dibayangi berbagai faktor eksternal, mulai dari tekanan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, hingga ketidakpastian geopolitik. Kondisi tersebut membuat banyak pelaku industri cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil langkah ekspansi.Frans menegaskan, dalam situasi seperti sekarang, fokus Hyundai bukanlah pertumbuhan agresif, melainkan menjaga stabilitas bisnis. Salah satunya dengan mempertahankan market share di kisaran 2,5 hingga 2,7 persen.“Yang penting sekarang bagaimana kita bisa sustain. Jangan sampai kita memaksakan diri masuk ke segmen tertentu, tapi justru membuat bisnis secara keseluruhan tidak sehat,” ujarnya.Meski demikian, Hyundai tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke segmen mobil murah di masa depan. Namun, keputusan tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan pasar dan peluang yang dinilai lebih menguntungkan.“Kalau nanti market sudah berkembang, ada ruang yang lebih sehat, tentu akan kita pertimbangkan. Tapi bukan sekarang,” kata Frans.Sebagai gantinya, Hyundai saat ini lebih fokus memperkuat layanan purna jual dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Berbagai program seperti perawatan berkala, dukungan kendaraan listrik, hingga peningkatan kompetensi tenaga penjual dan teknisi terus dikembangkan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Langkah ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi Hyundai di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.Dengan strategi tersebut, Hyundai menunjukkan bahwa dalam bisnis otomotif, keputusan tidak selalu soal mengikuti tren. Lebih dari itu, membaca waktu dan menjaga keseimbangan bisnis justru menjadi kunci untuk bertahan dalam jangka panjang.