Hyundai Courtesy Call PT Hyundai Motors Indonesia resmi memperkenalkan Premium Courtesy Car Program, sebuah layanan mobil pengganti bagi pelanggan yang kendaraannya harus menjalani servis atau perbaikan dalam waktu cukup lama. Bukan sekadar gimmick, program ini disiapkan dalam skala besar dengan lebih dari 250 unit kendaraan yang tersebar di jaringan dealer terpilih di berbagai wilayah Tanah Air. GULIR UNTUK LANJUT BACA Yang menarik, Hyundai tidak menempatkan layanan ini sebagai “pelengkap”, melainkan bagian dari strategi utama dalam ekosistem myHyundai Care. Artinya, pengalaman kepemilikan tidak berhenti di pembelian unit, tapi berlanjut hingga fase perawatan, bahkan saat mobil tidak bisa digunakan.Di atas kertas, konsep courtesy car bukan hal baru secara global. Namun di Indonesia, implementasinya masih terbatas dan cenderung eksklusif. Hyundai mencoba memecah pola itu dengan pendekatan lebih luas dan terintegrasi. Bahkan, pelanggan mobil bermesin konvensional (ICE) berkesempatan menjajal kendaraan listrik seperti Hyundai IONIQ 5selama unit tersedia di dealer.Di sinilah letak “twist” dari program ini. Hyundai tidak hanya menjaga mobilitas pelanggan, tapi juga menyelipkan strategi edukasi pasar. Memberikan pengalaman langsung mengemudi mobil listrik bisa menjadi cara halus untuk mengonversi konsumen konvensional ke elektrifikasi, tanpa harus melalui proses test drive formal.Presiden Direktur HMID, Kenny Lee, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan pelanggan tetap bisa menjalankan aktivitas harian tanpa gangguan, bahkan saat kendaraan mereka harus menginap di bengkel."Penyediaan ratusan unit kendaraan pengganti merupakan bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas layanan," kata dia di Jakarta, Kamis 16 April 2026.Senada, Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menyebut program ini bukan hanya soal kenyamanan praktis, tetapi juga kesempatan memperkenalkan teknologi Hyundai kepada lebih banyak pengguna. Dengan kata lain, setiap unit courtesy car juga berfungsi sebagai “duta berjalan”.Secara teknis, tidak semua kondisi servis otomatis mendapatkan fasilitas ini. Program berlaku untuk kendaraan yang menjalani general repair dengan estimasi pengerjaan lebih dari 1x24 jam, atau body & paint repair yang memakan waktu lebih dari 14 hari. Durasi peminjaman maksimal mencapai 17 hari, dengan opsi perpanjangan tergantung persetujuan dealer.Pilihan unit pengganti pun tidak terbatas pada satu model. Selain IONIQ 5, Hyundai juga menyiapkan model lain seperti Hyundai Creta dan Hyundai Stargazer, menyesuaikan ketersediaan di masing-masing dealer.Cakupan program ini terbilang luas. Jaringan dealer yang berpartisipasi tersebar dari Aceh hingga Papua, termasuk wilayah padat seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur. Ekspansi ini dilakukan bertahap, dengan target menjangkau lebih banyak pelanggan seiring waktu. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Jika ditarik lebih jauh, langkah Hyundai ini bisa menjadi “pressure point” bagi kompetitor. Konsumen yang sudah merasakan kemudahan courtesy car kemungkinan akan menuntut standar serupa dari merek lain. Pada titik itu, layanan purnajual tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan faktor penentu loyalitas.Dengan pendekatan ini, Hyundai seolah ingin menggeser paradigma: membeli mobil bukan hanya soal produk, tetapi juga jaminan hidup tetap berjalan normal—bahkan saat mobil sedang tidak bisa dipakai. Sebuah janji yang, jika konsisten dijalankan, bisa jadi lebih berharga daripada sekadar fitur di atas kertas.