Membeli onderdil mobil secara online kini menjadi salah satu pilihan konsumen karena menawarkan kemudahan dan harga yang terkadang lebih murah. Namun, konsumen perlu berhati-hati karena harga yang lebih rendah tidak selalu menjamin barang yang dijual merupakan produk asli atau memiliki kualitas yang sesuai. Sapta Agung Nugraha, Service Head Auto2000 Cilandak, mengatakan konsumen sebaiknya membeli spare part melalui jaringan authorized dealer yang juga menyediakan layanan pembelian secara online. “Bila pembelian online, lebih baik pembelian dilakukan di jaringan authorized dealer yang bisa juga melayani via online, karena dengan sistem itu dealer bisa melakukan pengecekan part apa yang benar-benar pas dipasang pada kendaraan,” ucapnya kepada Kompas.com, Rabu (30/9/2026). Menurut Sapta, konsumen juga perlu memperhatikan jenis dan tahun kendaraan sebelum membeli spare part, karena perbedaan model maupun tahun produksi kendaraan dapat membuat komponen yang digunakan berbeda. Ilustrasi spare part mobil. “Pada kendaraan, jenis dan tahun yang berbeda tentunya bisa berbeda part juga,” ucapnya.Selain memastikan kesesuaian komponen, konsumen juga perlu memperhatikan keaslian spare part yang ditawarkan di pasaran. “Mesti waspada karena di after market banyak juga dijual part-part palsu yang menyatakan original padahal tidak. Bisa merupakan part-part rekondisi dan lain-lain jadi mesti hati-hati,” ucapnya. Sapta menambahkan, pembelian spare part secara online juga memiliki risiko komponen yang dibeli tidak sesuai dengan kendaraan. “Diperhatikan juga apakah part tersebut fit atau cocok dipasang pada kendaraan karena bila beli online tentunya kita tidak bisa memastikan part tersebut bisa dipasang atau tidak,” ucapnya. Sementara itu, Owen, pemilik toko spare part mobil AAN CS Motor di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, mengatakan konsumen terkadang membandingkan harga komponen yang dijual di tokonya dengan produk yang tersedia di toko online. "Misal orang ngomong, oh di online segini nih. Tapi kita enggak tahu barangnya asli apa enggak," kata Owen kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Owen, produk yang beredar di pasaran tidak hanya terdiri dari barang original dan OEM, tetapi juga terdapat produk imitasi atau KW dengan berbagai tingkatan. "Belum tentu ada yang jujur. Kebanyakan sih enggak ada yang jujur," katanya. Meski demikian, konsumen yang sudah terlanjur membeli spare part secara online masih dapat membawa komponen tersebut ke bengkel untuk diperiksa. Owen mengatakan, bengkel dapat melakukan pengecekan dengan membandingkan komponen yang dibeli konsumen dengan produk yang tersedia di toko. Dengan begitu, konsumen setidaknya dapat memperoleh gambaran mengenai perbedaan barang yang dibeli secara online dengan spare part yang biasa dijual di toko.