Tak hanya menyasar sesama segmen hybrid, kehadiran Wuling Eksion PHEV juga bisa mengganggu SUV 7-seater konvensional alias Internal Combustion Engine (ICE). Bila dibandingkan dari segi harga yang ditawarkan Wuling untuk Eksion PHEV saat ini, yakni dari Rp 449 juta untuk tipe CE dan Rp 499 juta untuk EX, dari beberapa pemain SUV 7-seater yang ada, Mitsubishi Destinator menjadi yang paling dekat. Sedangkan bicara soal varian, Destinator tipe Ultimate yang dipasarkan sebesar Rp 482 juta on the road (OTR) Jakarta, menjadi rival yang cukup menarik untuk Eksion PHEV EX. Meski keduanya datang sebagai pilihan mobil keluarga dengan genre SUV 7-seater dan memiliki harga yang bisa dibilang tak terpaut jauh, namun dari segi teknologi dan performa jelas berbeda. Wuling Eksion PHEV Hadir sebagai SUV 7-seater, Mitsubishi Destinator memiliki dimensi panjang 4.680 mm, lebar 1.840 mm, tinggi 1.780 mm, dan ground clearance 244 mm. Sedangkan Wuling Eksion PHEV memiliki panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm. Melihat dari perbedaan detail tersebut, untuk panjang dan lebar Eksion sebagai pendatang baru lebih unggul, sedangkan untuk tinggi masih didominasi Destinator. Performa Bicara performa, Wuling Eksion PHEV dibekali mesin 1.500 NA yang kabarnya sama dengan Darion PHEV. Dapur pacu tersebut mampu memproduksi tenaga 105 tk dan torsi sebesar 130 Nm yang kemudian dikolaborasikan dengan tenaga motor listrik sebesar 195 Tk dan torsi 230 Nm. Mesin 1.500 cc Wuling Eksion PHEV Kombinasi dari kedua powertrain tersebut disalurkan ke roda via Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Saat menjajal singkat beberapa waktu lalu, kesan responsif sudah terasa dari putaran bawah. Melakukan kickdown singkat di ruang terbatas tak membuat Eksion PHEV membutuhkan waktu lama untuk menyentuh kecepatan 50-60 kilometer per jam (kpj). Sementara untuk Mitsubishi Destinator, hadir dengan mesin bensin 4B40 berteknologi turbo yang memiliki kapasitas sebesar 1.500 cc. Hitung konsumsi BBM Mitsubishi Destinator Dari data di atas kertas, mesin yang digunakan Destinator mampu menyuplai tenaga ke roda sebesar 163 PS atau sekitar 160 Tk dan torsi 250 Nm pada putaran 2.500 hingga 4.000 rpm. Melihat kedua data di atas kertas tersebut, jelas mesin yang digunakan Destinator lebih bertenaga. Tak heran, dari putaran bawah sampai atas terasa padat ketika redaksi menjajalnya ke luar kota beberapa waktu lalu. Belum lagi ditambah dengan adanya beberapa pilihan mode berkendara yang disediakan Mitsubishi untuk menyesuaikan kebutuhan pengendara di berbagai macam medan. Efisiensi Soal bahan bakar, dari pengujian Destinator beberapa waktu lalu, untuk penggunaan dalam kota dengan kondisi dan rute yang beragam, kurang lebih di kisaran 13,4 kilometer per liter (kpl) dengan rata-rata kecepatan 28 kpj. Wuling Eksion PHEV Ketika menggebernya untuk perjalanan di tol, Destinator bisa mencapai 14,8 kpl dengan kecepatan rata-rata 88 kpj. Sementara untuk Eksion PHEV, karena unit baru, belum ada pengujian mandiri yang dilakukan redaksi. Berdasarkan klaim Wuling, jarak tempuh kombinasinya mencapai 1.000 km lebih, dan untuk baterainya dalam kondisi penuh bisa membawa SUV 7-seater ini menempuh jarak sejauh 125 km tanpa mengandalkan mesin bensin, alias dalam mode listrik murni. Mitsubishi Destinator Ultimate di GIIAS 2025 Kesimpulan Melihat garis besarnya, kedua SUV 7-seater ini sama-sama memiliki kelebihan yang ditawarkan. Wuling Eksion PHEV Destinator terlihat lebih unggul soal urusan performa, sementara Eksion PHEV bisa jadi pilihan menarik bagi yang lebih mementingkan sisi efisiensi bahan bakar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang