JAKARTA, KOMPAS.com – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memandang tahun 2026 sebagai periode yang menyimpan harapan bagi industri otomotif nasional. Sejumlah indikator makro dinilai mulai menunjukkan arah yang lebih positif, baik dari sisi ekonomi maupun politik. Harapan di Tengah Ketidakpastian Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan bahwa optimisme tersebut muncul dari kondisi makro yang relatif stabil, ditambah dengan pergerakan faktor pendukung di sektor pembiayaan kendaraan. Hyundai Creta N Line di GIIAS 2025 “Di tahun depan kita melihat bahwa secara makro, baik itu politik maupun ekonomi, kelihatannya ada cerita harapan dari kita di industri otomotif,” ujar Fransiscus, di Jakarta Selatan, Selasa (23/12/2025). Ia menjelaskan, karakter pasar otomotif Indonesia masih sangat bergantung pada skema pembelian kredit. Porsi transaksi kredit dinilai jauh lebih besar dibandingkan pembelian tunai, sehingga kondisi likuiditas dan suku bunga menjadi faktor kunci pergerakan pasar. “Dengan banyaknya uang beredar dan kemudian turunnya interest rate, itu akan menjadi faktor pendorong juga untuk orang mengambil kendaraan-kendaraan baru,” kata Fransiscus. Menurut Hyundai, tren penurunan suku bunga berpotensi meningkatkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan, karena cicilan menjadi lebih ringan dan akses pembiayaan semakin terbuka. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama perusahaan melihat prospek pasar otomotif yang lebih baik pada 2026. “Nah itu yang menyebabkan kita juga melihat sisi positif dari tahun 2026,” ucapnya. Berdasarkan proyeksi internal Hyundai, pasar otomotif nasional pada 2026 diperkirakan dapat tumbuh melampaui capaian tahun sebelumnya. Bahkan, total penjualan kendaraan roda empat secara nasional berpeluang menembus angka di atas 750.000 unit. “Jadi kita memprediksikan market itu bisa lebih daripada angka tahun 2025 atau bisa di atas angka 750.000,” kata Fransiscus. Meskipun demikian, Hyundai menilai pertumbuhan pasar otomotif ke depan juga sangat bergantung pada dukungan regulasi dari pemerintah. Kebijakan yang tepat dinilai dapat menjadi katalis penting untuk mendorong pemulihan dan ekspansi industri otomotif di dalam negeri. Hyundai pun berharap adanya kesinambungan kebijakan, termasuk insentif dan regulasi yang berpihak pada industri, agar momentum positif pada 2026 dapat benar-benar terealisasi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang