Masuknya Liberty Media ke dalam pengelolaan MotoGP membawa sejumlah perubahan arah, termasuk soal strategi memperluas pasar secara global. Tak hanya fokus pada regulasi baru yang akan berlaku mulai 2027, Liberty Media juga mendorong peningkatan daya tarik MotoGP dengan menjangkau lebih banyak penggemar dari berbagai negara. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan keberagaman kewarganegaraan pebalap di grid, tidak hanya di kelas utama, tetapi juga Moto2 dan Moto3. Mengutip Motosan,es, Senin (13/4/2026), selama ini, dominasi pebalap asal Spanyol dan Italia memang cukup kuat di MotoGP. Bahkan, dalam sejarahnya, Dorna selaku promotor sebelumnya dikenal memberi perhatian besar terhadap pebalap dari kedua negara tersebut. Kondisi ini tidak lepas dari kontribusi mereka dalam menghadirkan persaingan menarik, sekaligus basis penggemar yang besar. Namun, Liberty Media melihat peluang lain. Keberagaman asal negara pebalap dinilai bisa membuka pasar baru dan meningkatkan minat penonton di berbagai wilayah yang sebelumnya belum tergarap maksimal. Contohnya terlihat pada David Alonso. Pebalap yang lahir di Madrid ini memilih menggunakan bendera Kolombia, negara asal ibunya, saat berkompetisi. Langkah tersebut dinilai mampu menarik perhatian pasar yang lebih luas. Selain itu, nama-nama seperti Diogo Moreira dari Brasil dan Toprak Razgatlioglu asal Turki juga menjadi contoh bagaimana variasi kewarganegaraan mulai mendapat perhatian. Di sisi lain, pebalap Spanyol seperti Manu Gonzalez justru harus tersisih dari kursi MotoGP, meski sempat tampil kompetitif di Moto2 musim lalu. Fenomena ini menunjukkan bahwa faktor kewarganegaraan mulai memiliki peran lebih besar dalam menentukan peluang pebalap untuk naik ke kelas utama. Saat ini, MotoGP memang sudah diikuti pebalap dari berbagai negara, seperti Spanyol, Italia, Prancis, Jepang, hingga Australia. Namun, Liberty Media menilai jumlah tersebut masih bisa ditingkatkan. Pasalnya, sebagian besar pebalap yang promosi ke MotoGP berasal dari Moto2, yang masih didominasi oleh Spanyol dan Italia. Dengan strategi baru ini, Liberty Media berharap MotoGP bisa semakin berkembang sebagai ajang balap motor global, tidak hanya dari sisi kompetisi, tetapi juga jangkauan pasar dan basis penggemar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang