Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau seluruh penyelenggara kegiatan berskala besar untuk berkoordinasi sejak tahap perencanaan acara. Langkah ini dinilai penting agar kebutuhan pengaturan lalu lintas dan parkir dapat dipersiapkan lebih matang, sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang mengganggu mobilitas masyarakat. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, saat berlangsungnya sebuah pertunjukan musik yang diperkirakan dihadiri sekitar 10.000 orang pada Minggu (31/5) malam. Kondisi lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said dari atas JPO Kuningan pada pukul 18.00 WIB, Jumat (8/5/2026). Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaludin, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan di kawasan tersebut. Menurutnya, pemerintah provinsi pada dasarnya mendukung berbagai kegiatan masyarakat maupun aktivitas ekonomi yang berlangsung di Jakarta. Namun, kegiatan yang berpotensi menarik massa dalam jumlah besar perlu diantisipasi bersama. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan dan gangguan lalu lintas di kawasan HR Rasuna Said,” ujar Budi, dalam keterangannya, Senin (1/6/2026). Ilustrasi tempat parkir mobil “Setelah menerima laporan masyarakat, petugas Dishub bersama Satpol PP segera turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan penertiban kendaraan guna mengurangi kepadatan yang terjadi,” kata dia. Koordinasi Penting Sebelum Acara Digelar Budi menjelaskan, kegiatan tersebut sebenarnya telah mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian. Namun, Dishub DKI Jakarta tidak menerima koordinasi dari penyelenggara terkait kebutuhan pengaturan lalu lintas maupun parkir yang diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Ilustrasi rekayasa lalu lintas Menurutnya koordinasi sejak awal menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran sebuah acara berskala besar. “Dengan adanya koordinasi, Dishub dapat menyiapkan kantong-kantong parkir, menempatkan petugas, melakukan pengaturan maupun rekayasa lalu lintas, serta mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan, dan juga Dishub menyarankan untuk penggunaan transportasi umum ke lokasi acara,” ucap Budi. Menurut Budi, penggunaan transportasi umum juga menjadi salah satu solusi untuk menekan jumlah kendaraan pribadi yang datang ke lokasi acara. Dengan begitu, beban lalu lintas di ruas jalan sekitar dapat diminimalkan. Ilustrasi rekayasa lalu lintas di Jakarta Antisipasi Lonjakan Pengunjung dan Kendaraan Jakarta sebagai pusat kegiatan bisnis, hiburan, dan berbagai event nasional maupun internasional kerap menjadi lokasi penyelenggaraan acara dengan jumlah pengunjung yang sangat besar. Karena itu, perencanaan lalu lintas dan parkir menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan. Dishub menilai koordinasi yang baik antara penyelenggara, pemerintah daerah, dan aparat terkait dapat membantu menyiapkan kantong parkir tambahan, pengaturan arus kendaraan, hingga skema rekayasa lalu lintas apabila diperlukan. Ke depan, Dishub DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat dan memastikan petugas hadir dalam setiap persoalan yang terjadi di jalan raya. “Karena itu, kami juga mengimbau seluruh penyelenggara kegiatan agar berkoordinasi dengan Dishub sejak awal sehingga langkah antisipasi dapat disiapkan secara optimal dan mobilitas masyarakat tetap terjaga,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang